Lembah Gurame adalah nama sebuah taman kota di daerah Depok Jaya, Kota Depok. Meski tempatnya agak ngumpet dari pusat jalan raya, Lembah Gurame tidak kekurangan pengunjung. Baik mereka yang sekadar mau cari angin yang bertiup dari sela-sela dedaunan, maupun mereka yang mencari tempat tenang buat menyingkir dari hiruk-pikuk kota.
Taman ini terhitung cukup besar, pengunjung yang masuk dapat melakukan terapi cuci mata tanpa merasa bosan karena beragamnya pemandangan yang disediakan di sini. Ada (tentunya) pepohonan yang beragam, hewan-hewan sekitar seperti kucing, perairan berupa kali dan kolam yang dipermukaannya terdapat tanaman air, bahkan tempat fitness kecil-kecilan.
Masyarakat sekitar, bahkan masyarakat Depok dari berbagai area gemar berkunjung ke taman ini. Banyak agenda rutin yang diadakan beragam komunitas. Seperti komunitas Musang Lovers Depok (MULDOK), skateboard, senam kebugaran, dan lain sebagainya.


Taman Lembah Gurame merupakan sebuah bentuk kepedulian Pemkot Depok terhadap rasa frustasi warga yang kekurangan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Patutlah kita sebagai warga yang baik untuk mengapresiasi, merawat, dan menjaga keberadaannya. Adanya vandalisme berupa coretan-coretan dinding di beberapa area merupakan tanda bahwa masih ada segelintir dari kita yang belum memiliki perasaan demikian. Maka dari itu, mari kita jaga dan himbau bersama, demi keberlangsungan RTH yang nyaman dan aman!
Sumber referensi dan foto : anandastoon.com
Baca Juga
Tidak terasa, Kompetisi Piano Nusantara Plus 2026 sudah diluncurkan! Seperti yang bisa dilihat di Instagram @pianonusantaraplus , KPN+ 2026 akan dimulai di Medan akhir Agustus, dan tahun ini tetap terselenggara
Oleh Ananda Sukarlan Esai pendek ini ditulis oleh penyair Ikhsan Risfandi “Irzi” sebagai status Facebook-nya setelah saya kirimi partitur saya. Saya juga sematkan komentar penyair Tan Lioe Ie di bawahnya.
sebuah tulisan Ananda Sukarlan Selasa 27 Januari lalu saya konser sekaligus mengumumkan tentang Kompetisi Piano Nusantara Plus (KPN+ ) 2026, di Four Seasons Jakarta. Acara itu hanya terbuka untuk para
tulisan Ananda Sukarlan Jitu sekali paparan penyair Riri Satria di wawancaranya dengan Ikhsan Risfandi tentang alihwahana puisi ke musik khususnya apa yang telah saya lakukan. (baca : https://harianterbit.news/riri-satria-ketua-jsm-sepanjang-2025-denyut-literasi-sastra-di-indonesia-tetap-hidup-beberapa-aspek-justru-menunjukkan-kesegaran-baru/2/) Saya ingin
oleh Ananda Sukarlan Wah, nggak nyangka sih penyair kondang Madiun, Fileski Walidha Tanjung langsung menulis esai gara-gara saya WhatsApp tentang niat (yang sebetulnya sudah separo tertulis) membuat tembang puitik dari
