Sugar glider alias possum layang adalah satwa endemik Indonesia. Perawakannya yang mungil, imut, dan bikin gemes kerap membuat orang kepingin memiliki. Ketertarikan pada hewan ini membuat sekelompok orang membentuk Komunitas Pecinta Sugar Glider Indonesia (KPSGI).
Komunitas yang terbentuk sejak 3 April 2011 ini bertujuan untuk mengenalkan sugar glider ke masyarakat Indonesia secara luas dengan sosialisasi yang mendidik dan menarik. Atensi masyarakat yang makin lama makin tinggi terhadap sugar glider pun memperbesar komunitas ini. KPSGI sudah memiliki banyak cabang regional yang tersebar di mana-mana, seperti di Depok, Surabaya, Palembang, Bogor, Cianjur, Bekasi, dan seterusnya.
Andrianto Wibowo, Wakil Koordinator KPSGI Regional Depok, bercerita bahwa pada awal terbentuknya komunitas ini, sugar glider masih belum memiliki banyak penggemar. Hingga lama kelamaan barulah hewan ini memiliki penggemar yang lebih banyak. “Maka dari itulah mereka mengambil inisiatif untuk membuat suatu grup di media sosial hanya untuk sekedar sharing dan ngobrol saja, dan kemudian hari mereka berfikir untuk membuat sebuah komunitas dan bertemu secara langsung untuk mempererat talipersaudaraan juga,” terangnya melalui pesan chat pada Selasa (9/5) sore.

Dari sekian banyak hewan endemik Indonesia yang bisa dipelihara, sugar glider memiliki ciri khas tersendiri yang membedakannya dengan hewan lain. Kalau menurut Andrianto, kekhasan ini ada pada selain postur muka dan badan yang lucu, adalah sayap yang ada di sisi tubuhnya, atau biasa disebut petagium. “Berfungsi untuk sugar glider supaya bisa meluncur dari atas ke bawah dengan melebarkan petagiumnya,” jelasnya.
KPSGI mengadakan banyak agenda rutin yang bermanfaat untuk menambah pengetahuan mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan segala macam informasi mengenai sugar glider, cara-cara perawatan, dan tentunya juga sebagai sarana silaturahmi sesama anggota dan masyarakat. “Agenda rutin selain gathering tiap regional sih kita biasa adain buka bersama (Ramadhan) tiap regional dan acara lomba di bulan Agustus untuk memperingati hari kemerdekaan. Serta HUT KPSGI Depok tiap tahunnya. Untuk acara KPSGI all regional biasanya diadakan kontes dan lomba sugar glider dengan menggandeng Dokter Hewan Indonesia dan instansi lainnya. Serta ada juga baksos, dan Gathering Nasional. Di Gathering Nasional semua Regional KPSGI berkumpul di satu tempat dan saling bertukar ilmu dan pastinya oleh-oleh,” ujar Andrianto, tertawa.
Andrianto mengaku misi dari komunitas ini adalah untuk menyebarkan pesan agar masyarakat semakin menyayangi binatang dan ikut menjaga kelestarian fauna asli Indonesia. Ia berharap dengan tujuan yang mulia ini akan menjadikan eksistensi KPSGI dapat terus memberi manfaat. “Pastinya berharap komunitas ini tetep bereksistensi sampai kapan pun. Tujuannya kan baik, ya gua sendiri tetep dukung,” tutupnya.
Nah, ada kabar gembira nih buat kamu yang penasaran dengan komunitas ini! Kamis esok hari (11/5) KPSGI akan membuka stand di acara KITA Anak Negeri Goes to Margocity, yang akan dilangsungkan di Pedestrian Outdoor Margocity Depok. Di sana kamu bisa memuaskan rasa penasaranmu dengan sugar glider, bisa pegang-pegang hewan imut ini secara langsung, maupun ngobrol-ngobrol soal sugar glider dengan para anggota KPSGI mengenai segala sesuatu soal binatang ini! Jangan lupa datang dan kunjungi stand-nya ya!
Sumber foto : thespruce.com
Baca Juga
Tidak terasa, Kompetisi Piano Nusantara Plus 2026 sudah diluncurkan! Seperti yang bisa dilihat di Instagram @pianonusantaraplus , KPN+ 2026 akan dimulai di Medan akhir Agustus, dan tahun ini tetap terselenggara
Oleh Ananda Sukarlan Esai pendek ini ditulis oleh penyair Ikhsan Risfandi “Irzi” sebagai status Facebook-nya setelah saya kirimi partitur saya. Saya juga sematkan komentar penyair Tan Lioe Ie di bawahnya.
sebuah tulisan Ananda Sukarlan Selasa 27 Januari lalu saya konser sekaligus mengumumkan tentang Kompetisi Piano Nusantara Plus (KPN+ ) 2026, di Four Seasons Jakarta. Acara itu hanya terbuka untuk para
tulisan Ananda Sukarlan Jitu sekali paparan penyair Riri Satria di wawancaranya dengan Ikhsan Risfandi tentang alihwahana puisi ke musik khususnya apa yang telah saya lakukan. (baca : https://harianterbit.news/riri-satria-ketua-jsm-sepanjang-2025-denyut-literasi-sastra-di-indonesia-tetap-hidup-beberapa-aspek-justru-menunjukkan-kesegaran-baru/2/) Saya ingin
oleh Ananda Sukarlan Wah, nggak nyangka sih penyair kondang Madiun, Fileski Walidha Tanjung langsung menulis esai gara-gara saya WhatsApp tentang niat (yang sebetulnya sudah separo tertulis) membuat tembang puitik dari
