Kali ini kita akan membahas sebuah band yang berasal dari Melbourne, Australia bernama The Temper Trap. Mengusung aliran alternatif rock, band ini menelurkan lagu-lagu yang cukup hits secara global. Salah satunya tembang andalan mereka berjudul Sweet Disposition yang menjadi soundtrack film box office 500 Days of Summer. Grup band ini terbentuk pada 2005, melibatkan Dougy Mandagi (vokal) , Jonathan Aherne (bass), Toby Dundas (drum), Joseph Green (keyboard dan gitar), dan mantan anggotanya, Lorenzo Sillitto (gitar).
Sampai saat ini, The Temper Trap telah berhasil menelurkan tiga buah studio album; Conditions (2009), The Temper Trap (2012), dan Thick as Thieves (2016). Dengan karya-karya ini, mereka berhasil kebanjiran penghargaan, seperti APRA Music Awards, ARIA Music Awards, dan EG Music Awards
The Temper Trap banyak dipengaruhi band-band British seperti U2 dan Coldplay. Gaya bernyanyi sang vokalis, Dougy Mandagi yang kebetulan juga berasal dari Indonesia, sering dikaitkan dengan teknik bernyanyi milik penyanyi rock Amerika Serikat, Jeff Buckley. Karir gemilang The Temper Trap yang mendunia merupakan sebuah kebanggan bagi sebuah band, terutama yang mengusung format independen seperti mereka. Salut!
Sumber foto : fanart.tv
Baca Juga
Tidak terasa, Kompetisi Piano Nusantara Plus 2026 sudah diluncurkan! Seperti yang bisa dilihat di Instagram @pianonusantaraplus , KPN+ 2026 akan dimulai di Medan akhir Agustus, dan tahun ini tetap terselenggara
Oleh Ananda Sukarlan Esai pendek ini ditulis oleh penyair Ikhsan Risfandi “Irzi” sebagai status Facebook-nya setelah saya kirimi partitur saya. Saya juga sematkan komentar penyair Tan Lioe Ie di bawahnya.
sebuah tulisan Ananda Sukarlan Selasa 27 Januari lalu saya konser sekaligus mengumumkan tentang Kompetisi Piano Nusantara Plus (KPN+ ) 2026, di Four Seasons Jakarta. Acara itu hanya terbuka untuk para
tulisan Ananda Sukarlan Jitu sekali paparan penyair Riri Satria di wawancaranya dengan Ikhsan Risfandi tentang alihwahana puisi ke musik khususnya apa yang telah saya lakukan. (baca : https://harianterbit.news/riri-satria-ketua-jsm-sepanjang-2025-denyut-literasi-sastra-di-indonesia-tetap-hidup-beberapa-aspek-justru-menunjukkan-kesegaran-baru/2/) Saya ingin
oleh Ananda Sukarlan Wah, nggak nyangka sih penyair kondang Madiun, Fileski Walidha Tanjung langsung menulis esai gara-gara saya WhatsApp tentang niat (yang sebetulnya sudah separo tertulis) membuat tembang puitik dari
