Skena musik independen Indonesia tidak pernah kehabisan inovasi. Kali ini, giliran band bernama ‘Scaller’ yang akan kita bahas. Sebuah duo musik rock kencang yang dirintis oleh Stella Gareth dan Reney Karamoy.
Sebuah EP dan album penuh sudah berhasil mereka garap. Respon masyarakat bisa dibilang sangat positif. Berhubung barangkali tipikal band rock macam Scaller sedang agak jarang. Band yang berisik dan membangkitkan adrenalin buat pendengar, yang di saat yang sama tidak banyak basa-basi. Banyak juga yang measosiasikan band ini dengan Paramore, band asal Amerika Serikat yang juga mengusung genre rock dengan vokalis utama perempuan. Meski begitu, kemiripan hanya sebatas mirip, Scaller tetap memiliki identitasnya sendiri yang sudah matang.
Mengenalkan diri sekalian jajal pasar lewat ‘1991’, rupanya berbuah manis buat Scaller. Panggung demi panggung lumayan rajin mereka jajaki. Hingga akhirnya, setelah basis pendengar cukup luas dan rasanya membutuhkan sebuah produk yang lebih serius, mereka pun melahirkan Senses. Album ini adalah sebuah debut yang solid dan sangat-sangat matang. Mendengarkannya saja dapat membuat kita otomatis paham bahwa band ini pastilah akan menjadi ‘hal besar berikutnya’, the next big thing!
Baca Juga
Tidak terasa, Kompetisi Piano Nusantara Plus 2026 sudah diluncurkan! Seperti yang bisa dilihat di Instagram @pianonusantaraplus , KPN+ 2026 akan dimulai di Medan akhir Agustus, dan tahun ini tetap terselenggara
Oleh Ananda Sukarlan Esai pendek ini ditulis oleh penyair Ikhsan Risfandi “Irzi” sebagai status Facebook-nya setelah saya kirimi partitur saya. Saya juga sematkan komentar penyair Tan Lioe Ie di bawahnya.
sebuah tulisan Ananda Sukarlan Selasa 27 Januari lalu saya konser sekaligus mengumumkan tentang Kompetisi Piano Nusantara Plus (KPN+ ) 2026, di Four Seasons Jakarta. Acara itu hanya terbuka untuk para
tulisan Ananda Sukarlan Jitu sekali paparan penyair Riri Satria di wawancaranya dengan Ikhsan Risfandi tentang alihwahana puisi ke musik khususnya apa yang telah saya lakukan. (baca : https://harianterbit.news/riri-satria-ketua-jsm-sepanjang-2025-denyut-literasi-sastra-di-indonesia-tetap-hidup-beberapa-aspek-justru-menunjukkan-kesegaran-baru/2/) Saya ingin
oleh Ananda Sukarlan Wah, nggak nyangka sih penyair kondang Madiun, Fileski Walidha Tanjung langsung menulis esai gara-gara saya WhatsApp tentang niat (yang sebetulnya sudah separo tertulis) membuat tembang puitik dari
