
Indonesian Fingerstyle Guitar Community (IFGC) adalah sebuah komunitas para gitaris yang suka bermain dengan teknik fingerstyle. Fingerstyle sendiri adalah teknik memainkan gitar dengan memetik senar secara langsung menggunakan jari, kuku, ataupun yang lain.
Bukan cuma gitaris, siapapun yang suka dengan permainan gitar fingerstyle juga banyak berkegiatan dengan komunitas ini. Tanpa syarat apapun!
Komunitas yang berawal dari grup Facebook berisi puluhan orang ini, kini sudah beranggotakan 19 ribu-an orang. Bukan tanpa alasan, banyak materi pembelajaran yang bisa dipelajari bebas di sini. Gathering yang kerap diadakan di berbagai tempat juga menjadi wadah silaturahmi yang enak, membangun kedekatan antar anggota.

Bukan cuma berbasis di Jakarta, IFGC cuma kesatuan masing-masing di regional yang berbeda. Ada yang di Bandung, Yogyakarta, Solo, bahkan Medan. Semuanya bersatu atas nama fingerstyle.
Buat kamu yang memang gitaris atau sekadar pengen tahu, bisa ikut bergabung dengan grup Indonesian Fingerstyle Guitar Community di Facebook. Jangan lupa like juga fanpage-nya dengan nama serupa. Instagram untuk update info-info terbaru mereka juga bisa kamu ikuti di @id_fingerstyle.
Mari bergitar!
Baca Juga
Tidak terasa, Kompetisi Piano Nusantara Plus 2026 sudah diluncurkan! Seperti yang bisa dilihat di Instagram @pianonusantaraplus , KPN+ 2026 akan dimulai di Medan akhir Agustus, dan tahun ini tetap terselenggara
Oleh Ananda Sukarlan Esai pendek ini ditulis oleh penyair Ikhsan Risfandi “Irzi” sebagai status Facebook-nya setelah saya kirimi partitur saya. Saya juga sematkan komentar penyair Tan Lioe Ie di bawahnya.
sebuah tulisan Ananda Sukarlan Selasa 27 Januari lalu saya konser sekaligus mengumumkan tentang Kompetisi Piano Nusantara Plus (KPN+ ) 2026, di Four Seasons Jakarta. Acara itu hanya terbuka untuk para
tulisan Ananda Sukarlan Jitu sekali paparan penyair Riri Satria di wawancaranya dengan Ikhsan Risfandi tentang alihwahana puisi ke musik khususnya apa yang telah saya lakukan. (baca : https://harianterbit.news/riri-satria-ketua-jsm-sepanjang-2025-denyut-literasi-sastra-di-indonesia-tetap-hidup-beberapa-aspek-justru-menunjukkan-kesegaran-baru/2/) Saya ingin
oleh Ananda Sukarlan Wah, nggak nyangka sih penyair kondang Madiun, Fileski Walidha Tanjung langsung menulis esai gara-gara saya WhatsApp tentang niat (yang sebetulnya sudah separo tertulis) membuat tembang puitik dari
