Deprecated: Optional parameter $type declared before required parameter $wrapper is implicitly treated as a required parameter in /home/kitaanak/public_html/wp-content/plugins/material-design-for-contact-form-7/freemius/includes/class-fs-logger.php on line 145

Deprecated: Return type of FS_Key_Value_Storage::offsetExists($k) should either be compatible with ArrayAccess::offsetExists(mixed $offset): bool, or the #[\ReturnTypeWillChange] attribute should be used to temporarily suppress the notice in /home/kitaanak/public_html/wp-content/plugins/material-design-for-contact-form-7/freemius/includes/managers/class-fs-key-value-storage.php on line 309

Deprecated: Return type of FS_Key_Value_Storage::offsetGet($k) should either be compatible with ArrayAccess::offsetGet(mixed $offset): mixed, or the #[\ReturnTypeWillChange] attribute should be used to temporarily suppress the notice in /home/kitaanak/public_html/wp-content/plugins/material-design-for-contact-form-7/freemius/includes/managers/class-fs-key-value-storage.php on line 317

Deprecated: Return type of FS_Key_Value_Storage::offsetSet($k, $v) should either be compatible with ArrayAccess::offsetSet(mixed $offset, mixed $value): void, or the #[\ReturnTypeWillChange] attribute should be used to temporarily suppress the notice in /home/kitaanak/public_html/wp-content/plugins/material-design-for-contact-form-7/freemius/includes/managers/class-fs-key-value-storage.php on line 301

Deprecated: Return type of FS_Key_Value_Storage::offsetUnset($k) should either be compatible with ArrayAccess::offsetUnset(mixed $offset): void, or the #[\ReturnTypeWillChange] attribute should be used to temporarily suppress the notice in /home/kitaanak/public_html/wp-content/plugins/material-design-for-contact-form-7/freemius/includes/managers/class-fs-key-value-storage.php on line 313

Deprecated: Return type of FS_Key_Value_Storage::current() should either be compatible with Iterator::current(): mixed, or the #[\ReturnTypeWillChange] attribute should be used to temporarily suppress the notice in /home/kitaanak/public_html/wp-content/plugins/material-design-for-contact-form-7/freemius/includes/managers/class-fs-key-value-storage.php on line 328

Deprecated: Return type of FS_Key_Value_Storage::next() should either be compatible with Iterator::next(): void, or the #[\ReturnTypeWillChange] attribute should be used to temporarily suppress the notice in /home/kitaanak/public_html/wp-content/plugins/material-design-for-contact-form-7/freemius/includes/managers/class-fs-key-value-storage.php on line 339

Deprecated: Return type of FS_Key_Value_Storage::key() should either be compatible with Iterator::key(): mixed, or the #[\ReturnTypeWillChange] attribute should be used to temporarily suppress the notice in /home/kitaanak/public_html/wp-content/plugins/material-design-for-contact-form-7/freemius/includes/managers/class-fs-key-value-storage.php on line 350

Deprecated: Return type of FS_Key_Value_Storage::valid() should either be compatible with Iterator::valid(): bool, or the #[\ReturnTypeWillChange] attribute should be used to temporarily suppress the notice in /home/kitaanak/public_html/wp-content/plugins/material-design-for-contact-form-7/freemius/includes/managers/class-fs-key-value-storage.php on line 362

Deprecated: Return type of FS_Key_Value_Storage::rewind() should either be compatible with Iterator::rewind(): void, or the #[\ReturnTypeWillChange] attribute should be used to temporarily suppress the notice in /home/kitaanak/public_html/wp-content/plugins/material-design-for-contact-form-7/freemius/includes/managers/class-fs-key-value-storage.php on line 375

Deprecated: Return type of FS_Key_Value_Storage::count() should either be compatible with Countable::count(): int, or the #[\ReturnTypeWillChange] attribute should be used to temporarily suppress the notice in /home/kitaanak/public_html/wp-content/plugins/material-design-for-contact-form-7/freemius/includes/managers/class-fs-key-value-storage.php on line 389

Deprecated: Creation of dynamic property CF7_Material_Design_Admin_Page::$live_preview_url is deprecated in /home/kitaanak/public_html/wp-content/plugins/material-design-for-contact-form-7/v1/admin/cf7-material-design-page.php on line 31

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/kitaanak/public_html/wp-content/plugins/material-design-for-contact-form-7/freemius/includes/class-fs-logger.php:145) in /home/kitaanak/public_html/wp-content/plugins/all-in-one-seo-pack/app/Common/Meta/Robots.php on line 89

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/kitaanak/public_html/wp-content/plugins/material-design-for-contact-form-7/freemius/includes/class-fs-logger.php:145) in /home/kitaanak/public_html/wp-includes/feed-rss2.php on line 8
Sejarah | Kita Anak Negeri https://kitaanaknegeri.com Komunitas Ilmu Tata Nada Wed, 03 May 2023 17:23:19 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.9.7 Earphone Adalah Teman Setia dari Waktu ke Waktu https://kitaanaknegeri.com/earphone-adalah-teman-setia-dari-waktu-ke-waktu/ Wed, 03 May 2017 09:36:38 +0000 https://kitaanaknegeri.com/?p=24659
Image module

Kurang lebih, di dunia ini cuma ada tiga benda yang kamu ijinkan masuk ke lubang telingamu; jarimu sendiri, cotton bud, dan earphone. Kalau dua benda pertama berguna untuk membersihkan rongga telingamu dari kotoran, earphone berguna untuk ‘mengotori’-nya kembali dengan ‘debu-debu’ dan ‘kotoran’ berwujud nada dari musik favoritmu yang biasa kamu dengarkan.

Earphone sendiri sebenarnya adalah salah satu jenis headphone. Yaitu sebuah perangkat audio berukuran mini yang dimasukkan kedalam lubang telinga. Berbeda dengan headset yang meski memiliki kualitas suara yang lebih namun berukuran besar. Earphone memiliki daya mobilisasi yang tinggi, mudah dipakai-copot, penyimpanannya juga tidak rumit, cukup modal saku celana, baju, atau jaket.

Perangkat yang biasa kamu pakai saat ini adalah generasi kesekian dari earphone. Perkembangan awal alat ini diawali sejak tahun 1890-an di Eropa. Dengan nama electrophone, di Inggris alat ini dimanfaatkan sebagai saluran penghubung antara pelanggan layanan dengan gedung teater London untuk menyimak siaran audio langsung dari pementasan yang dilakukan di sana. Sedangkan di Perancis, insinyur visionaris bernama Ernest Mercadier menciptakan headphone in-ear pertama pada 1891, yang kemudian menjadi cikal bakal dari earphone modern.

Keterbatasan electrophone kemudian dientas oleh Nathaniel Baldwin, pria Amerika Serikat yang menciptakan set headphone pertama yang ia rancang di meja makan dapur rumahnya di Utah pada 1910. Perangkat ini kemudian ia jual ke Angkatan Laut Amerika Serikat, tanpa kepikiran untuk ia patenkan sendiri. Meski begitu, lewat terobosan ini perkembangan headphone sebagai sebuah komoditi pun makin berkembang sampai beberapa dekade selanjutnya.

Image module

Pada 1958, John C. Koss, pemilik perusahaan headphone kenamaan, Koss, melakukan terobosan dengan merilis headphone stereo pertama di dunia. Berkat terobosan ini, kesadaran brand terhadap Koss pun melambung. Hingga hari ini, Koss adalah salah satu perusahaan headphone terbesar, yang memiliki dominasi lumayan di industri headphone dunia.

Berikutnya, muncul nama-nama besar seperti Sennheiser, Philips, sampai Onkyo. Dengan terobosan masing-masing, mereka mampu bersaing melawan dominasi Koss. Kebetulan, periode ini adalah masa-masa dimana musik Rock n’ Roll banyak digandrungi orang-orang. Berkat Elvis Presley, The Beatles, dan pengusung Rock n’ Roll lainnya, penjualan headphone dari perusahaan-perusahaan ini kian meledak, bahkan boleh dibilang ikutan menjadi tren yang mengiringi budaya Rock n’ Roll itu sendiri.

Terobosan belum berhenti sampai di situ, penggunaan headphone yang sebelumnya hanya bisa digunakan dengan berdiam diri di rumah, kemudian bisa dipakai saat kita beraktifitas di luar rumah. Semua berkat munculnya pemutar musik super-portable, Walkman oleh raksasa elektronik asal Jepang, Sony.

Makin kesini, perkembangan headphone dan earphone semakin canggih. Unsur estetika dan fashion turut diperhitungkan, tidak lagi melulu soal kualitas suara. Efisiensi juga makin dikukuhkan lewat teknologi wireless yang memudahkan pengguna. Kira-kira, kedepannya terobosan apa lagi ya yang akan muncul?

Sumber referensi : stuff.tv dan coolmaterial.com

Baca Juga
The post Earphone Adalah Teman Setia dari Waktu ke Waktu first appeared on Kita Anak Negeri.]]>
Mari Berkenalan Dengan Synthesizer https://kitaanaknegeri.com/mari-berkenalan-dengan-synthesizer/ Wed, 19 Apr 2017 13:09:34 +0000 https://kitaanaknegeri.com/?p=24577
Image module

Synthesizer berperan banyak dalam perkembangan musik Indonesia era sekarang. Alat musik yang satu ini memungkinkan kamu menduplikasi suara alat musik lainnya seperti piano, gitar, flute, dan yang lainnya. Bahkan, dengan synthesizer kamu juga bisa memproduksi suara-suara non-musik seperti desir ombak, semilir angin, sampai klakson bus.

Synthesizer membawa efisiensi bagi dua hal, instrumen dan pemusik. Dengan pemanfaatan synthesizer dalam sebuah penampilan, pemusik dapat menghemat pemakaian instrumen. Apalagi kalau pemusik tersebut memerlukan suara dari instrumen atau sumber suara yang tidak disediakan di panggung.

Alat musik elektronik ini awalnya dibuat berdasarkan prinsip kerja organ elektrik temuan Laurens Hammond yang ia invensi tahun 1939. Kemudian, seorang insinyur dan komposer musik insurance benefits asal Amerika, Robert Moog, membuat menciptakan Moog Modular System. Sebuah alat synthesizer pertama yang ia buat pada 1965. Lebih hebat lagi, selang enam tahun kemudian, Moog berhasil menyempurnakan alat ciptaannya dengan The Mini Moog yang lebih kecil, portable, dan murah. The Mini Moog inilah yang menjadi inilah yang menjadi acuan bagi synthesizer-synthesizer pada saat ini.

Image module

Cara kerja synthesizer adalah dengan memproduksi gelombang suara elektrik yang lalu dikonversi menjadi suara melalui pengeras suara atau media output lainnya. Synthesizer biasanya dimainkan dengan menggunakan alat musik keyboard, namun synthesizer juga bisa dimainkan melalui media input lainnya seperti sequencer dan banyak lagi.

Ada banyak sekali musisi ataupun band di dunia maupun di Indonesia yang memanfaatkan synthesizer demi meramaikan komposisi musik mereka. Misalnya grup band asal Inggris Pink Floyd, almarhum David Bowie, ataupun duo elektronik asal Perancis; Daft Punk. Di Indonesia, pengguna synthesizer juga tak kalah banyaknya, sebut saja band hard-rock asal Bandung; The Sigit, duo elektronik asal Jakarta; Kimokal, sampai duo alternatif rock garang yang sedang naik daun; Scaller.

Sumber referensi & foto :

Santosa, Wahyu Hari. 2010. Perancangan Aplikasi Virtual Synthesizer Bertipe Frequency Modulation Untuk Pembuatan Digital Audio Sample. Skripsi. FST, Teknik Informatika Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

https://en.wikipedia.org/wiki/Synthesizer

Google Images

Baca Juga
The post Mari Berkenalan Dengan Synthesizer first appeared on Kita Anak Negeri.]]>
Sekilas Tentang Sejarah Musik Post Rock https://kitaanaknegeri.com/sekilas-tentang-sejarah-musik-post-rock/ Tue, 21 Feb 2017 12:16:16 +0000 https://kitaanaknegeri.com/?p=23942

Istilah Post Rock pertama kali diperkenalkan oleh wartawan musik asal Inggris yang bernama Simon Reynolds. Mengapa dinamakan Post Rock? Istilah tersebut tercipta setelah Simon Reynolds me-review album Hex, sebuah album milik band asal Amerika bernama Bark Psychosis pada tahun 1994. Menurut Simon definisi “Post-Rock” adalah “Memainkan musik bukan Rock dengan instrument instrument Rock, dan lebih mengutamakan Texture dan Timbre daripada Power Chord.”

Seiring perkembangan zaman, musik post rock pun semakin berkembang dan justru berbeda dari definisi awalnya. Banyak band-band yang berinovasi dengan genre post rock. Bisa dibilang post rock merupakan salah satu genre musik yang eksperimental.

Post Rock terbagi dalam beberapa generasi :

Generasi pertama : Tortoise, Bark Psychosis, Talk Talk, Cul de Sac, Slint, Flying Saucer Attack merupakan band-band generasi pertama yang sesuai dengan apa yang didefinisikan Simon Reynolds, “Memainkan musik bukan rock dengan instrumen-instrumen musik rock.” dengan memasukkan unsur-unsur yg berbeda dari masing-masing band, ada yang electronica, ambient, jazz, dll

Generasi kedua : Tahun 96 – 97, muncul sebuah band bernama Mogwai yang memainkan musik instrumental rock. Anehnya, Mogwai disebut band Post Rock juga. Yang kenyataannya musik mereka berbeda dari apa yang sudah didefinisikan oleh Simon Reynolds. Mogwai sendiri mengakui bahwa mereka tidak suka dibilang Post-Rock. Namun Mogwai juga memberikan pengaruh untuk band-band Post-Rock di era modern.

Post Rock Re-invent : Definisi Post Rock berubah total dari sebelumnya. Yang semula tidak ada unsur rock menjadi ada, dan riff dan chord juga sering dipakai. Post Rock kini memakai formula Quiet/Loud, Build up Crescendo, dan jarang sekali memakai verse-chorus-verse, biasanya musiknya build up momentum yang diakhiri dengan klimaks.

Formula tersebut hanya sebagai dasar komposisi. Sehingga banyak band baru yang mencampurkan unsur classical, jazz, electronica, math, metal, dll. Yang akhirnya Post Rock semakin diverse dan terbentuk sub genre didalamnya. Tetapi tetap menggunakan formula dasar. Dan Post Rock bukan berarti instrumental, banyak juga yg memakai vokal. Baik yang dijadikan suatu instrumen atau murni vokal.

Kebanyakan lagu Post Rock biasanya berdurasi panjang. Dan menurut penulis, waktu yang tepat mendengarkan musik Post Rock saat mood sedang bagus, agar musiknya lebih terasa dan bisa diresapi. Musik Post Rock juga menghadrikan ‘sebuah emosi’ untuk pendengarnya. Ada nuansa kelam, sedih, senang, ataupun fantasi tersendiri yang dihadirkan oleh musik Post Rock.

Jika baru mendengarkan musik Post Rock, mungkin kamu akan merasakan suatu keunikan tersendiri yang terdapat di dalam musiknya. Dan pastinya kamu akan mendapatkan sebuah kejutan dari genre yang satu ini. Tidak ada salahnya untuk mendengarkan musik Post Rock, penulis sendiri mendengarkan musik post rock dari band seperti Mono, Under The Big Bright Yellow Sun, The Trees And The Wild, Wang Wen, Sigur Ros, dan masih banyak lagi. Itulah sekilas tentang musik Post Rock. Nah, kalo kamu, siapa band Post Rock favoritmu?

Sumber referensi : kaskus.co.id, kanaltigapuluh.infopostrockjakarta-blog.tumblr.com

Baca Juga
Yuk Bantuin Gerakan “Indonesia Bangkitkan Genre Piano 4-Tangan”! 

“Tulisan Ananda Sukarlan, menjelang Kompetisi Piano Nusantara Plus 2026” Kompetisi Piano Nusantara Plus (KPN+) telah mengangkat banyak “trend” yang, walaupun sudah eksis berabad-abad di Eropa, tapi masih cukup baru di

Share
Surat Terbuka Kepada Para Pendidik Musik Privat & Sekolah Musik seluruh Nusantara dari Ananda Sukarlan

Dear para kolega pecinta musik Nusantara,   Kompetisi Piano Nusantara Plus 2026 sudah diluncurkan, pasti para guru musik dan calon peserta, baik pemain instrumen apa saja maupun vokalis sudah mulai

Share
FAQ Kompetisi Piano Nusantara Plus 2026

Tidak terasa, Kompetisi Piano Nusantara Plus 2026 sudah diluncurkan! Seperti yang bisa dilihat di Instagram @pianonusantaraplus , KPN+ 2026 akan dimulai di Medan akhir Agustus, dan tahun ini tetap terselenggara

Share
Dua Karya Baru Saya Untuk Piano, Satu Cewek Satu Cowok

Tulisan Ananda Sukarlan Hari Minggu 5 April nanti saya akan memperdanakan dua karya baru untuk piano dengan karakter sangat berbeda. Konser itu adalah “Melodies without Borders”, dimana saya akan tampil

Share
Esai Ikhsan Risfandi “IRZI” Merespon Puisinya “Lantaran” Yang Saya Obrak-Abrik

Oleh Ananda Sukarlan Esai pendek ini ditulis oleh penyair Ikhsan Risfandi “Irzi” sebagai status Facebook-nya setelah saya kirimi partitur saya. Saya juga sematkan komentar penyair Tan Lioe Ie di bawahnya. 

Share
The post Sekilas Tentang Sejarah Musik Post Rock first appeared on Kita Anak Negeri.]]>
Sejarah dan Perkembangan Alat Musik Drum https://kitaanaknegeri.com/sejarah-dan-perkembangan-alat-musik-drum/ Tue, 31 Jan 2017 09:31:15 +0000 https://kitaanaknegeri.com/?p=23809
Image module

Sumber foto : redheadbettytakeout

Alat musik yang satu ini tentunya sudah tidak asing lagi bagi kita. Ya, alat musik tersebut adalah drum. Drum adalah alat musik tertua yang ada di dunia. Alat musik tabuh ini pertama kali digunakan oleh masyarakat Afrika. Hal ini diketahui karena banyaknya fosil drum purbakala yang ditemukan di benua Afrika. Kala itu drum dipakai sebagai alat untuk berinteraksi dengan masyarakat suku-suku primitif pada zaman purba,dan  juga dipakai untuk upacara adat. Dari masa ke masa alat musik ini pun kian berkembang.

Dikutip dari anakmusik.com, pada 1890 drum mulai dikembangkan oleh  orang Afrika-Amerika. Ketika itu drum dimainkan sambil berdiri dan berkeliling kota. Kala itu drum juga terpisah-pisah, pemainnya masing-masing memegang satu alat satu orang.  Permainan drum keliling saat itu sama dengan marching band yang kita kenal seperti sekarang ini

Pada 1909, ditemukan pedal yang dapat membunyikan bass drum oleh William Ludwig dan Theodor Ludwig. Drum set saat itu dilengkapi dengan roda pada bagian bawah bass drum yang  bertujuan untuk memudahkan menggeser perangkat drum. Saat itu juga ditemukan cymbal untuk hi-hat, namun penggunaan Hi-hat saat itu diletakan di lantai dan dibunyikan dengan pijakan kaki kiri. Sebenarnya cymbal sudah diproduksi dan digunakan sekitar abad ke-16 oleh orang-orang Arab dan Turki, tetapi belum digunakan pada drum.

Pada 1930-an, alat musik drum kian bervariasi seperti woodblock, tom-tom, tambourine dan cowbell yang semuanya bisa digabungkan pada bagian atas bass drum. Untuk standar drum set pada waktu itu hanya terdiri dari snare drum 14”, bass drum 26” atau 28”, hi – hat tanpa stand, tom – tom, dan cymbal yang dipasang pada bagian atas bass drum. Head drum saat itu pun terbuat dari kulit hewan. Beberapa jenis musik yang selalu dimainkan pada saat itu adalah Ragtime, Foxtrot, dan Dixieland. Lalu  pada 1930-an mulai berkembang jenis musik Jazz, yang kemudian pada tahun 1940-an terlahir musik Swing.

Pada 1940-an, cymbal sudah tidak dipasang di atas bass drum karena sudah menggunakan stand. Pada waktu itu juga di temukan jenis cymbal seperti ride: crash dan hi – hat.

Pada akhir tahun 1960-an seiring dengan ramainya musik hard rock, drum juga terus berkembang. Banyak dari drummer band rock menambahkan variasi drum seperti menggunakan ukuran tom 6”, 8” 10” sampai ukuran terbesar 18”. Cymbal juga lebih variatif seperti Splash, China, Gong, dan yang lainnya. Seiring berjalannya waktu, alat musik yang satu ini terus berkembang hingga saat ini.

Selain drum konvensional ternyata hadir juga drum elektrik. Drum elektrik dibuat oleh Graeme Edge, drummer dari grup musik “The Moody Blues”, bekerjasama dengan Universitas Sussex Profesor Brian Groves. Perangkat ini digunakan di salah satu video klip yang berjudul “Procession” Album “Every Good Boy Deserves Favor”.

Pada 1978, perusahaan Simmons memproduksi drum elektronik komersial set. Produk yang paling popular adalah SDS-5, dirilis pada tahun 1981. Dengan pad yang berbentuk segi enam bantalan, SDS-5 pertama kali digunakan oleh Burgess: From the Tea-rooms of Mars . Setelah debutnya di top parade, instrumen ini  diperhatikan banyak drumer rock. Suara SDS-5 ini sering digambarkan sebagai suara ‘mengerikan’. suara khas Simmons ‘dzzshhh’ secara luas digunakan pada 1980 oleh grup rock seperti Duran Duran dan Rush.

Sumber rujukan : anakmusik.com, alatalatmusikband.blogspot.co.id

Baca Juga
The post Sejarah dan Perkembangan Alat Musik Drum first appeared on Kita Anak Negeri.]]>
[KITAPedia] Sejarah Singkat Musik Folk dan Perkembangannya di Indonesia https://kitaanaknegeri.com/kitapedia-sejarah-singkat-musik-folk-dan-perkembangannya-di-indonesia/ Tue, 24 Jan 2017 09:58:15 +0000 https://kitaanaknegeri.com/?p=23745
Image module

Sumber foto : www.beachcitiesfolkclub.org.jpg

Musik folk memiliki arti yang sama dengan world music atau musik etnik . Musiknya bisa dibilang terdengar sederhana dan lekat dengan keseharian. Musik folk sangat berhubungan erat dengan etnografi. Corak musik folk berbeda-beda di setiap wilayahnya. Mulai dari kota, suku, negara bahkan benua.

Musik ini  berkembang di sekitar pertengahan abad ke-19 dan 20, bahkan ada juga yang mengatakan sebelum abad 19. Thomas William yang berkebangsaan Inggris (1846) merupakan orang pertama yang menggunakan istilah folk untuk menggambarkan tradisi, adat istiadat dan cerita rakyat yang berkembang di masyarakat lokal dengan menggunakan kata-kata folk song, folk music dan folk dance dalam setiap tulisannya. Nam un istilah ini hanya dikenal beberapa kelompok orang saja.

Di tahun 1960, istilah folk mulai digunakan di Amerika hingga masuk ke industri musik Amerika. Bob Dylan juga terlibat dalam mempopulerkan nama musik folk di industri musik internasional, dengan kemenangannya di kategori Best Contemporary Folk Recording ajang penghargaan musik Grammy tahun 1987. Sejak saat itu, bisa dikatakan folk resmi menjadi salah satu genre musik.

Di Indonesia yang menjadi pionir musik folk adalah Gordon Tobing. Ia adalah musisi kelahiran Medan. Gordon Tobing dengan grup vokalnya “Impola” sangat populer ditahun 1960an. Mereka berhasil menaklukan panggung internasional seperti Jerman dan Australia. Selain Gordon Tobing , musisi folk yang populer kala itu adalah Gombloh dan Leo Kristi. Gombloh dan Leo adalah musisi kelahiran Surabaya. Mereka pernah membentuk band bernama Lemon Trees di akhir tahun 60an, dan mereka merilis album di tahun 1978. Salah satu lagu mereka yang sangat digemari pada masa itu adalah lagu yang berjudul Mawar Desa.

Di pertengahan tahun 1970-an muncul lah 2 sosok kakak beradik Franky Hubert Sahilatua dan Jane Sahilatua yang mulai dikenal publik sejak pertengahan tahun 1970-an dengan nama Franky & Jane. Franky & Jane sudah menghasilkan 15 album. Single andalan dalam album mereka adalah Perjalanan, dan Musim Bunga.

Berbicara mengenai musik folk, nama seperti Iwan Fals juga tidak bisa kita lewatkan begitu saja. Musisi kelahiran Jakarta ini telah berkiprah di dunia musik sejak tahun 80an. Ia dikenal dengan lagu-lagunya yang mengkritik para pemangku kepentingan seperti lagu berjudul Wakil Rakyat, Bento dan Tante Lisa. Karya musiknya juga banyak menyuarakan isu-isu sosial. Pada 1993 muncul penyanyi folk wanita bernama Oppie Andaresta lewat album “Albumnya Oppie “yang menghasilkan hits “Cuma Khayalan,” “Inilah Aku,” atau “Cuma Karena Aku Perempuan.”

Di era saat ini banyak sekali musisi folk yang  bermunculan seperti Tigapagi, Dialog Dinihari, Payung Teduh, Deugalih & Folks, Frau, Harlan Boer, Sir Dandy, Adhitia Sofyan, Teman Sebangku, Nada Fiksi, Banda Neira, Semakbelukar, Rusa Militan, Littlelute , Oscar Lolang dan masih banyak lagi.

 

Sumber rujukan :

http://www.rollingstone.co.id/article/read/2014/04/04/2546274/1294/sekelumit-sejarah-musik-folk-indonesia

https://qubicle.id/story/sejarah-perkembangan-musik-folk

http://www.djarumcoklat.com/article/sejarah-folk-dan-rasa-folk-kini

The post [KITAPedia] Sejarah Singkat Musik Folk dan Perkembangannya di Indonesia first appeared on Kita Anak Negeri.]]>
Sejarah Musik Dangdut Indonesia https://kitaanaknegeri.com/sejarah-musik-dangdut-indonesia/ Tue, 04 Oct 2016 05:33:58 +0000 https://kitaanaknegeri.com/?p=23267

Musik memiliki begitu banyak aliran musik di dalamnya. Aliran musik sangat beragam, dan mempunyai ciri khasnya masing-masing. Seperti Folk yang memiliki ciri lagu yang dapat dinikmati saat santai dan memiliki unsur alat akustik di dalamnya seperti gitar dan sebagainya. Di Indonesia terdapat salah satu aliran musik yang sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia yaitu dangdut. Musik dangdut seperti sudah mendarah daging di Indonesia, siapa yang tak pernah mendengar musik dangdut. Walaupun kalian membuat pernyataan tidak pernah mendengarkan dangdut pasti secara tak sadar kalian pernah mendengarnya. Entah dari televisi, radio, pesta rakyat dan lain-lain tanpa sengaja. Tapi, tahukah kalian sejarah musik dangdut itu sendiri di Indonesia? Kalau tidak yuk kita ulas bersama sejarah musik dangdut.

Dangdut merupakan salah satu genre musik tradisional populer dari Indonesia yang berakar pada musik-musik Malay, Hindustani, dan Arab. Unsur Arab pada genre musik ini muncul dari pedagang-pedagang yang berasal dari Gujarat seiring dengan penyebaran agama Islam oleh mereka. Mereka membawa pengaruh Qasidah dari para saudagar Arab. Qasidah yang awalnya diperkenalkan oleh saudagar Arab kembali diperkuat dengan munculnya saudagar dari Gujarat pada tahun 900 hingga tahun 1200 dan disusul oleh saudagar dari Persia pada tahun 1300 hingga tahun 1600. Terlebih lagi aliran dangdut sangat terpengaruh oleh musik-musik khas India.

Musik dangdut terus berkembang di Indonesia, sampai pada akhirnya masuk alat musik Gambus. Alat musik ini memiliki suara seperti gitar namun memiliki suara yang rendah. Hingga sampai akhirnya terus berkembang dan menjadi populer di sekitar abad 20. Syech Albar yang merupakan ayah dari musisi Ahmad Albar memutuskan untuk membuat sebuah orkes gambus yang bermarkas di Surabaya. Kesuksesan orkes gambus milik Syech Albar ini membawanya melakukan rekaman dengan media piringan hitam yang terjual sangat cepat di Singapura dan Malaysia pada tahun 1930.

Setelah itu unsur-unsur melayu sangat kental merasuk ke dalam tubuh dangdut. Tabuhan gendang yang sangat khas didapat dari ciri khas Arab, ditambah cengkok penyanyi khas Melayu. Pada masa ini mulai masuk eksperimen masuknya unsur India dalam musik Melayu. Perkembangan dunia sinema pada masa itu dan politik anti-Barat dari Presiden Sukarno menjadi pupuk bagi grup-grup ini. Dari masa ini dapat dicatat nama-nama seperti P. Ramlee (dari Malaya), Said Effendi (dengan lagu Seroja), Ellya (dengan gaya panggung seperti penari India), Husein Bawafie sang pencipta Boneka dari India, Munif Bahaswan, serta M. Mashabi (pencipta skor film “Ratapan Anak Tiri” yang sangat populer di tahun 1970-an).

Rhoma Irama mulai menunjukkan kemampuannya di dunia dangdut. Aliran dangdut pertama kali dikenal dari kombinasi aliran musik melayu, rock, pop, dan percampuran irama-irama lain itu merupakan pekerjaannya. Semenjak masa itu, istilah dangdut semakin populer di Indonesia. Lagu-lagu yang diciptakan Rhoma Irama tidak sekedar menampilkan keindahan. Lirik-lirik yang bermakna dakwah merupakan isi lagu-lagunya. Beberapa nama dari masa 1970-an yang dapat disebut adalah Mansyur S., Ida Laila, A. Rafiq, serta Muchsin Alatas. Populernya musik Melayu dapat dilihat dari keluarnya beberapa album pop Melayu oleh kelompok musik pop Koes Plus di masa jayanya.

Pada paruh akhir dekade 1970-an juga berkembang variasi “dangdut humor” yang dimotori oleh OM Pancaran Sinar Petromaks (PSP). Orkes ini, yang berangkat dari gaya musik melayu deli, membantu diseminasi dangdut di kalangan mahasiswa. Sub genre ini diteruskan, misalnya, oleh OM Pengantar Minum Racun (PMR) dan oleh Orkes Pemuda Harapan Bangsa (PHB).

Pada tahun 2000, muncul lagi variasi baru yang mewarnai sejarah musik dangdut yaitu dangdut koplo. Baru setelah tahun 2002 variasi ini mulai menggoyang kancah dunia perdangdutan dengan kesuksesannya yang diprakarsai oleh vcd bajakan yang luar biasa murah. Murahnya vcd bajakan dangdut koplo ini menjadi alternatif hiburan bagi masyarakat dengan tingkat perekonomian menengah kebawah jika dibandingkan dengan mahalnya harga vcd/dvd original milik artis-artis nasional. Hal lain yang membuat dangdut koplo ini terkenal adalah fenomena Inul Daratista dengan “goyang ngebor” nya terlebih setelah ia mulai muncul di layar kaca Indonesia. Dengan setiap hal baru, tentu saja muncul pro kontra dimana kali ini kontra muncul dari Rhoma Irama yang menentang Inul dan goyang ngebornya karena ia berpendapat bisa terjadi dekadensi moral. Terlepas dari seluruh kontroversinya, dangdut koplo sebagai variasi tetap bisa hidup hingga saat ini.

Sumber referensi : portalsejarah.com, cerita-indonesian.blogspot.co.id

Baca Juga
The post Sejarah Musik Dangdut Indonesia first appeared on Kita Anak Negeri.]]>