Dear para kolega pecinta musik Nusantara,
Kompetisi Piano Nusantara Plus 2026 sudah diluncurkan, pasti para guru musik dan calon peserta, baik pemain instrumen apa saja maupun vokalis sudah mulai bersiap-siap dan kami para penyelenggara ingin sekedar mengingatkan “hasil tidak mengkhianati usaha” kepada anda semua, para pemenang. Semua peserta bukan hanya akan menjadi pemenang kompetisi musik, tapi pemenang dalam kehidupan. Soalnya, seorang pemenang adalah seseorang yang mengenali talenta yang diberikan Tuhan, mendedikasikan hidupnya dengan fokus untuk mengembangkannya menjadi ketrampilan, dan menggunakan ketrampilan ini untuk meraih cita-citanya yang nantinya akan berguna buat orang banyak (yang akan lebih baik lagi kalau bukan hanya untuk orang-orang terdekatnya yang berpendapat, berpandangan politik atau beragama yang sama tapi juga yang berbeda bahkan bertolak belakang).
Ini adalah kompetisi untuk membuat kita semua jadi lebih baik, bukan hanya ajang guru-guru rebutan murid atau berusaha membuat kelompok sendiri untuk menjatuhkan kelompok (baca: sekolah musik) yang lain. Kompetisi ini ditujukan untuk gen Z dan gen alpha yang katanya lebih tidak fokus daripada generasi milenial karena adanya social media dan gadgets. Gen Z juga (katanya) mencetak sejarah peradaban manusia karena pertama kalinya hasil tes IQ nya lebih rendah daripada generasi sebelumnya (yaitu gen milenial). Gen Z juga (katanya) attention span-nya juga lebih rendah tapi lebih serba-bisa; lebih individual, lebih global, berpikiran lebih terbuka, lebih cepat terjun ke dunia kerja bahkan membuka lapangan pekerjaan baru, lebih profesional di lapangan kerja baru ini, lebih toleran dan tentu saja lebih ramah teknologi. Menurut saya, inilah generasi paling berpengaruh, unik, dan beragam dari yang pernah ada dalam sejarah manusia. Di gen Z dan alpha lah kita menaruh harapan bahwa musik sastra (dan kesenian pada umumnya) Indonesia bisa bersanding dengan musik negara-negara lain yang sudah lebih dahulu maju, atau malah yang tidak bisa mempertahankan supremasinya seperti di beberapa negara asalnya di Eropa. Gen Z dan alpha lah yang akan mengerti bagaimana mengimplementasikan musik klasik Indonesia untuk kemakmuran dan menaikkan kecerdasan bangsa di saat jurang perbedaan semakin lebar antara yang kaya dan yang miskin, yang berkuasa dan yang ditindas, yang korupsi dan yang kerja keras dengan jujur, yang progresif dan yang konservatif, yang terdidik dan yang tertinggal karena termakan tipuan atau iming-iming surga baik di akhirat maupun di kehidupan di saat ini dari ajaran-ajaran agama, aliran politik dan dogma-dogma lain yang sesat. Ini semua terjadi, dan harus kita perjuangkan di era social media dengan algoritma jahat yang merajai kehidupan kita serta media cetak yang besok lusa akan punah.
Wacana penutupan program studi yang tidak relevan dengan industri oleh pemerintah berpotensi mengancam kemampuan berpikir kritis dan fondasi sosial budaya generasi. Harusnya budaya, bahasa, dan seni bidang apapun justru harus diberikan ruang lebih untuk berekspresi, sehingga setiap perubahan sosial masyarakat dapat direkam dengan baik sebagai dinamika yang mendukung supremasi budaya Indonesia sehingga justru sangat relevan dengan yang dibutuhkan oleh industri dan memiliki potensi besar dalam menggerakkan roda perekonomian negara.
Saat anda melangkah ke panggung di Kompetisi Piano Nusantara Plus ini, ingatlah bahwa setiap nada yang anda mainkan atau nyanyikan membawa esensi dari dedikasi dan ketekunan berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun yang tak terhitung jumlahnya. Anda tidak hanya menampilkan sebuah karya—Anda berbagi suara unik anda dengan dunia, suara yang dibentuk oleh disiplin, ekspresi dan keberanian untuk terus berlatih bahkan ketika itu terasa sulit. Biarkan musik mengalir melalui anda tanpa rasa takut; penilaian juri mungkin mengukur teknik, tetapi pertumbuhan, ketahanan, dan kecintaan anda pada musik adalah yang benar-benar mendefinisikan momen ini.
Dari sini, seni berperan penting dalam diplomasi yang menentukan posisi Indonesia di mata dunia. Produk budaya Indonesia sudah seharusnya memiliki potensi mengingatkan posisi strategis negara Indonesia dalam jalur perdagangan dunia. Sebagai negara terbesar di Asia Tenggara, produk budaya Indonesia berpotensi mendorong perekonomian negara. Akan tetapi, pertanyaannya ada pada bagaimana produk budaya Indonesia diperkenalkan lebih luas. Di sinilah para seniman memegang peranan penting, bukan hanya dari segi teknik, tapi juga dari karakter dan identitas yang kuat.
Sometimes we win, sometimes we learn. Ini bukan hanya berlaku untuk para peserta, tapi juga guru-guru musik mereka, panitya, mitra penyelenggara dan juri-juri di KPN+. Baik dalam winning atau learning, anda sudah menjadi juara karena berani berkompetisi, dan pengalaman ini hanya akan membuat kemampuan artistik anda bersinar lebih terang. Percayalah pada persiapanmu, bermain dan bernyanyilah dengan sepenuh hati, dan nikmati setiap detik yang indah—dirimu di masa depan akan bangga atas dirimu di saat ini.
Dan di Kompetisi Piano Nusantara Plus ini, we are all winners, tapi juga we are all learners, trying to be better than we are now.
Sampai jumpa mulai Agustus 2026 di Medan, Bandung, Lampung, Bekasi, Bandung, Salatiga, Tangerang, Yogyakarta, Balikpapan, Bali dan terakhir di Jakarta ! Terimakasih para mitra penyelenggara regional yang telah bekerja keras mencetak gen Z dan alpha yang lebih berkualitas !
pianistically yours, Ananda Sukarlan
twitter & IG : @anandasukarlan
