Sebelum ini, barangkali nama Adrian Yunan melulu diasosiasikan dengan Efek Rumah Kaca (ERK). Tetapi sejak Juni lalu, dengan ‘Sintas’ Adrian Yunan mampu menunjukkan identitasnya yang sama sekali jauh dari bayang-bayang ERK. Lepas sepenuhnya.
Setelah mengadakan beberapa showcase album, Sabtu (16/9) lalu Adrian bermain di Coffeewar Kemang, Jakarta Selatan. Nuansa coffee shop minimalis dengan hembusan angin malam menjadi latar yang tidak buruk juga buat menikmati materi Sintas.
Seluruh lagu Sintas dibawakan malam itu dengan apik dan penuh. Kalau ketika di ERK lagu-lagu buatan Adrian cenderung sendu dan penuh metafora seperti Sebelah Mata dan Nyala Tak Terperikan (Jingga), lagu-lagu Sintas justru cukup ceria dan simpel. Liriknya pun terasa lebih dewasa, membahas mengenai hal-hal kecil yang ada di sekitarnya. Mulai dari soal mainan dan mimpi anaknya, sampai acara komedi situasi.
Adrian tampil santai dengan memainkan gitar akustik. Celotehnya jenaka ketika menceritakan pengalamannya saat mengerjakan album ini. Permainannya pun cukup rapi, dengan tambahan detil-detil baru membawa napas segar untuk lagu-lagu Sintas.
Untuk kamu yang tidak sempat menyaksikan penampilan Adrian, bukanlah ide buruk untuk menantikan pentas Sintas yang berikutnya!
Sumber foto : vice.com
Baca Juga
Tidak terasa, Kompetisi Piano Nusantara Plus 2026 sudah diluncurkan! Seperti yang bisa dilihat di Instagram @pianonusantaraplus , KPN+ 2026 akan dimulai di Medan akhir Agustus, dan tahun ini tetap terselenggara
Oleh Ananda Sukarlan Esai pendek ini ditulis oleh penyair Ikhsan Risfandi “Irzi” sebagai status Facebook-nya setelah saya kirimi partitur saya. Saya juga sematkan komentar penyair Tan Lioe Ie di bawahnya.
sebuah tulisan Ananda Sukarlan Selasa 27 Januari lalu saya konser sekaligus mengumumkan tentang Kompetisi Piano Nusantara Plus (KPN+ ) 2026, di Four Seasons Jakarta. Acara itu hanya terbuka untuk para
tulisan Ananda Sukarlan Jitu sekali paparan penyair Riri Satria di wawancaranya dengan Ikhsan Risfandi tentang alihwahana puisi ke musik khususnya apa yang telah saya lakukan. (baca : https://harianterbit.news/riri-satria-ketua-jsm-sepanjang-2025-denyut-literasi-sastra-di-indonesia-tetap-hidup-beberapa-aspek-justru-menunjukkan-kesegaran-baru/2/) Saya ingin
oleh Ananda Sukarlan Wah, nggak nyangka sih penyair kondang Madiun, Fileski Walidha Tanjung langsung menulis esai gara-gara saya WhatsApp tentang niat (yang sebetulnya sudah separo tertulis) membuat tembang puitik dari
