Apakah kamu termasuk tipe orang yang suka dengerin musik sambil berkendara?
Apakah kamu termasuk pengendara motor?
Jika dua pertanyaan di atas kamu jawab dengan ‘Ya’, maka hampir bisa dipastikan kamu adalah tipe orang yang suka pakai headphone waktu naik motor buat mendengarkan musik favoritmu.
Ada banyak alasan mengapa banyak pengendara motor suka mendengarkan musik sambil berkendara. Misalnya, orang yang gampang ngantuk kalau kena angin. Namanya naik motor tubuh akan selalu diterpa angin. Daripada selalu ngantuk tiap berkendara, akhirnya banyak yang memilih menggunakan bantuan musik untuk mengalihkan rasa kantuk. Kasus seperti ini cukup banyak yang mengalami, salah satunya penulis sendiri hehe.
Ngantuk di perjalanan memang bikin kzl, tetapi jangan dijadikan alasan buat kamu berkendara pakai headphone. Lebih baik melipir sebentar, cari tempat buat istirahat barang tidur sebentar. Atau minimal, ngopi dulu deh.
Alasan lain yang cukup sering membikin orang-orang naik motor sambil dengerin musik adalah karena musik justru meningkatkan fokus. Di jalan raya, terutama di ruas-ruas jalan Jabodetabek, lalu lintas hampir selalu padat. Banyak suara-suara bising dari berbagai macam kendaraan yang bikin kepala pening. Seperti, knalpot racing motor sport alias moge, raungan memekakkan dari mobil impor tiap ngegas di jalan, sampai bunyi klakson telolet dari bus-bus antar kota-antar provinsi.
Buat beberapa orang, suara-suara semrawut yang kerap di terdengar di jalan malah merusak konsenterasi. Makanya, menyumbat telinga dengan headphone lalu menyetel lagu favorit justru memberikan efek relaksasi buat pengendara. Yang berdampak pada meningkatnya kehati-hatian dan konsenterasi di jalan.
Seperti kata prinsip dasar hukum sipil di Britania Raya, “everything which is not forbidden is allowed” (semua yang tak dilarang berarti diijinkan). Memakai headphone ketika naik motor pun tak ada larangannya. Yang ada, kalau mengacu pada Undang Undang Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009, adalah larangan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsenterasi dalam mengemudi. Berarti, selama pemakaian headphone tidak dalam tataran yang akan mengganggu konsenterasi mengemudi, tidak ada masalah.
Lain lagi ceritanya di beberapa negara bagian Amerika Serikat seperti Alaska, California, Florida, Minnesota, dan masih banyak lagi yang melarang atau memperketat peraturan pemakaian headphone ketika berkendara. Misalnya di Illinois, pengendara hanya boleh menggunakan satu plug headphone di lubang telinga yang menghadap ke tepian jalan raya. Hal ini bertujuan supaya pengendara tetap mampu mendengar suara-suara di sekitarnya.
Peraturan seperti di Illinois ini sebenarnya cukup sesuai buat diimplementasikan di Indonesia. Misalnya, bisa saja pas lagi berkendara, tau-tau kamu berpapasan dengan calon mertuamu yang lagi ngaso di pinggir jalan, mereka negor kamu tapi kamunya nggak denger. Kan nggak enak hehe.
Adanya aturan yang melarang penggunaan headphone di beberapa negara seperti Amerika menandakan bahwa tindakan ini memang berisiko dan tidak sepenuhnya aman. Sebuah riset yang dilakukan oleh ahli psikologi dari Ben-Gurion University of the Negev membuktikan bahwa musik dapat memecah fokus pada pengendara dengan usia remaja dan juga kepada pengendara yang belum berpengalaman alias baru bisa. Sementara, bagi pengendara yang lebih dewasa dan berpengalaman, musik cenderung tidak mempengaruhi konsenterasi mereka.
Pada akhirnya, kita harus bijak-bijak memakai headphone ketika berkendara. Pakailah hanya ketika perlu, jangan setiap mau naik motor selalu pakai headphone. Selain itu, dengarkan lah lagu-lagu yang bersahaja. Ingat, kamu bukannya mau atraksi moshing di atas sepeda motor, jadi tak perlulah menyetel lagu-lagu heavy metal di playlist-mu itu. Yang selow-selow saja.
Dan terakhir, stay safe ya guys!
Baca Juga
