Kamu penggemar musik? Berarti mustahil kamu tidak mengenal Dream Theater.
Dream Theater adalah band progresif rock yang digawangi oleh James LaBrie, John Petrucci, Jhon Myung, Jordan Rudess, dan Mike Mangini. Band asal Amerika Serikat ini terkenal dengan lagu-lagunya yang rumit, kompleks, dan berdurasi panjang. Meski begitu, kompleksitas band ini tidak menjadikannya kekurangan penggemar. Malahan, basis penggemar Dream Theater sangatlah banyak. Tersebar di penjuru dunia, termasuk di Indonesia.
Tahun ini, mereka menggelar rangkaian tur hari jadi ke-25 album kedua mereka Image and Words, yang berjudul Image, Words, & Beyond.
Indonesia pun kebagian merasakan euforia tur ini. Kota Gudeg Yogyakarta ditunjuk sebagai tuan rumah. Setelah beberapa waktu lalu menyebar isu bahwa konser ini akan diadakan di Candi Prambanan, akhirnya sang promotor melalui pernyataan resmi mengumunkan bahwa konser ini akan digelar di Stadion Kridosono.
Tahun ini adalah ketiga kalinya Dream Theater berkunjung ke Indonesia setelah pada tahun 2012 dan 2014 melakukan hal yang sama. Belum tentu ada yang keempat kali, jadi jangan sampai kamu melewatkan yang satu ini ya!
Sumber foto : roadrunnerrecords.com
Baca Juga
Tidak terasa, Kompetisi Piano Nusantara Plus 2026 sudah diluncurkan! Seperti yang bisa dilihat di Instagram @pianonusantaraplus , KPN+ 2026 akan dimulai di Medan akhir Agustus, dan tahun ini tetap terselenggara
Oleh Ananda Sukarlan Esai pendek ini ditulis oleh penyair Ikhsan Risfandi “Irzi” sebagai status Facebook-nya setelah saya kirimi partitur saya. Saya juga sematkan komentar penyair Tan Lioe Ie di bawahnya.
sebuah tulisan Ananda Sukarlan Selasa 27 Januari lalu saya konser sekaligus mengumumkan tentang Kompetisi Piano Nusantara Plus (KPN+ ) 2026, di Four Seasons Jakarta. Acara itu hanya terbuka untuk para
tulisan Ananda Sukarlan Jitu sekali paparan penyair Riri Satria di wawancaranya dengan Ikhsan Risfandi tentang alihwahana puisi ke musik khususnya apa yang telah saya lakukan. (baca : https://harianterbit.news/riri-satria-ketua-jsm-sepanjang-2025-denyut-literasi-sastra-di-indonesia-tetap-hidup-beberapa-aspek-justru-menunjukkan-kesegaran-baru/2/) Saya ingin
oleh Ananda Sukarlan Wah, nggak nyangka sih penyair kondang Madiun, Fileski Walidha Tanjung langsung menulis esai gara-gara saya WhatsApp tentang niat (yang sebetulnya sudah separo tertulis) membuat tembang puitik dari
