
Pernah kepikiran memanjat dinding? Kepingin coba olahraga wall-climbing tapi nggak tahu tempatnya? Masih beranggapan wall-climbing adalah hobi yang mahal? Atau malah jangan-jangan masih takut mencoba? Semua kegelisahanmu kini sudah ada solusinya dengan Depok Climbing Club (DCC)!
Orang Depok dan sekitarnya yang mau wall-climbin tak perlu lagi jauh-jauh ke tempat rekreasi outdoor di luar kota semenjak ada DCC. Bermabes di daerah Sawangan Depok, DCC bisa diakses hanya dalam beberapa menit dari segala penjuru Kota Depok. Istilahnya, dekat dari mana-mana.
Segala umur bisa ikutan, mulai dari anak kecil, muda-mudi, sampai orang dewasa. Yang penting suka tantangan dan mau belajar.
Kegiatan DCC bukan cuma manjat-manjat saja. Di sini kamu bisa belajar pengetahuan-pengetahuan yang berkaitan dengan wall-climbing. Selain itu, akan ada momennya juga di mana kamu bisa unjuk kelihaianmu dalam memanjat dinding ke khalayak yang lebih besar, karena DCC juga mengikutsertakan anggota-anggotanya ke beragam kompetisi wall-climbing.
Meski baru tahun lalu diresmikan, DCC berkembang dengan pesat. Jika kamu ingin menjadi bagian dari gerakan perubahan pakem olahraga masyarakat Depok ini, segera kunjungi laman media sosialnya di Facebook ; Depok climbing club ya!
Sumber referensi & foto : https://www.facebook.com/depokclimbingclubasli/, depoknews.id
Baca Juga
Tidak terasa, Kompetisi Piano Nusantara Plus 2026 sudah diluncurkan! Seperti yang bisa dilihat di Instagram @pianonusantaraplus , KPN+ 2026 akan dimulai di Medan akhir Agustus, dan tahun ini tetap terselenggara
Oleh Ananda Sukarlan Esai pendek ini ditulis oleh penyair Ikhsan Risfandi “Irzi” sebagai status Facebook-nya setelah saya kirimi partitur saya. Saya juga sematkan komentar penyair Tan Lioe Ie di bawahnya.
sebuah tulisan Ananda Sukarlan Selasa 27 Januari lalu saya konser sekaligus mengumumkan tentang Kompetisi Piano Nusantara Plus (KPN+ ) 2026, di Four Seasons Jakarta. Acara itu hanya terbuka untuk para
tulisan Ananda Sukarlan Jitu sekali paparan penyair Riri Satria di wawancaranya dengan Ikhsan Risfandi tentang alihwahana puisi ke musik khususnya apa yang telah saya lakukan. (baca : https://harianterbit.news/riri-satria-ketua-jsm-sepanjang-2025-denyut-literasi-sastra-di-indonesia-tetap-hidup-beberapa-aspek-justru-menunjukkan-kesegaran-baru/2/) Saya ingin
oleh Ananda Sukarlan Wah, nggak nyangka sih penyair kondang Madiun, Fileski Walidha Tanjung langsung menulis esai gara-gara saya WhatsApp tentang niat (yang sebetulnya sudah separo tertulis) membuat tembang puitik dari
