Curhatan Ananda Sukarlan, ketua Divisi Piano Klasik KITA Anak Negeri Nah, di Indonesia kita sering dengar frase itu kan? Sejak saya masih sekolah waktu remaja, orangtua saya bahkan bilang, bahwa
oleh Ananda Sukarlan, Ketua Divisi Piano Klasik KITA Anak Negeri Sepertinya dunia perpuisian dan tembang puitik semakin terkoneksi. Kemarin ada esai Emi Suy tentang karya saya yang bermula dari lagu
oleh Ananda Sukarlan, Ketua Divisi Piano Klasik Saya kan selalu bilang, apa yang saya lihat, apa yang saya baca, itu biasanya menghasilkan bunyi di kepala saya, atau musik yang mentah.
Baru saja kami menerima kabar membanggakan ini. Salah seorang siswa piano klasik KITA Anak Negeri, Yonggi Fayden Cordias Purba, memenangkan Juara ke-2 di IPPA Conero International Piano Competition di Kansas,
KITA Anak Negeri menyadari tidak semua masalah yang ada saat ini bisa diselesaikan hanya dengan mengandalkan solusi-solusi lawas. Ide segar dan bermutu diperlukan. Ya, Sobat KlasiKITA benar, inovasi jawabannya. Tujuannya
oleh Ananda Sukarlan Sejak diadakannya Kompetisi “Tembang Puitik Ananda Sukarlan” tahun 2011 di Surabaya oleh Amadeus Enterprise, saya yang selalu duduk menjadi juri kadang mendeteksi satu masalah: sang pianis pengiring
