
Sumber foto : rollingstone.co.id
Efek Rumah Kaca (ERK) adalah grup musik indie asal Jakarta yang dibentuk tahun 2001. Sebelum dikenal masyarakat dengan nama Efek Rumah Kaca, band ini pernah menggunakan nama Hush dan Superego. ERK kini terdiri dari Cholil Mahmud (vokal utama, gitar), Adrian Yunan Faisal (vokal, bass, gitar), Poppie Airil (vokal latar, bass) dan Akbar Bagus Sudibyo (drum, vokal latar). Band ini dikenal masyarakat karena lagu-lagunya yang mengangkat realita sosial dan politik di lirik lagu mereka.
Berbeda dengan band indie lain yang berbondong-bondong menulis lirik dengan bahasa Inggris, ERK justru konsisten menggunakan Bahasa Indonesia dalam lirik-liriknya. Lirik yang mereka tulis juga puitis dan jujur sesuai dengan apa yang mereka rasakan. Mungkin itulah salah satu kekuatan Efek Rumah Kaca, lirik dan musik mereka memiliki ciri khas yang kuat. Secara musikal, ERK dipengaruhi oleh Jeff Buckley, Smashing Pumpkins, Radiohead, Sting, Jon Anderson, hingga Bjork.
Sejauh ini ERK telah merilis 3 album penuh yaitu Efek Rumah Kaca (2007), Kamar Gelap (2008), dan Sinestesia (2015). ERK juga telah meraih berbagai penghargaan seperti “The Best Cutting Edge” – MTV Indonesia Music Award 2008, “Editor’s Choice 2008” versi Rolling Stone Indonesia, “Class Music Heroes 2008”, Indonesia Cutting Edge Music Awards 2010 kategori The Best Album pada album Kamar Gelap (2008), Indonesia Cutting Edge Music Awards 2010 kategori Favorite Alternative Song untuk lagu Kenakalan Remaja di Era Informatika, nominator Anugrah Musik Indonesia Award 2008, Indonesian Choice Awards 2016, dan AMI Awards 2016.

Konser Sinestesia. Sumber foto : malesbanget.com
ERK juga telah menggelar konser tunggal dalam rangka perayaan rilisnya album ketiga yang bertajuk Sinestesia pada 13 Januari 2016 di Teater Besar, Jakarta. Di konser tersebut ERK juga turut berkolaborasi dengan Irwan Ahmett sebagai pengarah artistik dan Alvin Witarsa (Orkestra). Khusus di konser Sinestesia, Efek Rumah Kaca turut membawakan lagu-lagu terpilih dari Efek Rumah Kaca (2007) dan Kamar Gelap (2008).
Sumber rujukan : efekrumahkaca.net, rollingstone.co.id, lorongmusik.com, wikipedia.org
Baca Juga
Rasanya gatal membaca obituari yang ditulis kak Ananda Sukarlan tentang Per Norgard, dan sama sekali tidak membahas tentang kehidupan dan karya-karya maestro Denmark ini (karena memang bukan itu tujuannya). Memang
