Tahun 2025 memang tahun yang membawa berkah untuk musik klasik Indonesia.
Kompetisi Ananda Sukarlan Award yang telah diadakan sejak 2008 semakin dilirik oleh negara-negara lain. Sejak diberikannya beasiswa oleh Pemerintah Perancis tahun 2014 untuk kursus musim panas di Perancis bagi para pemenang pertamanya, kini Australian Institute of Music (AIM) juga memberi beasiswa bukan untuk kursus pendek, tapi untuk kuliah musik di kampusnya. Sang pemenang pun bisa memilih untuk kuliah di kampus AIM di Sydney atau Melbourne, bisa mulai tahun ajaran 2025 atau 2026.
Beasiswa itu adalah untuk dua pemenang ASA 2025 untuk studi S1 (Bachelor of Music) atau S2 (Master of Music). Pemenang pertama mendapatkan $7500.00 (AUD) dan pemenang kedua $5000.00 (AUD) sebagai uang sekolah.

Syaratnya, pemenang harus di atas 17 tahun saat ia memulai kuliahnya. Jadi, kategori Young Artist pun bisa mendapatkan beasiswa ini, bukan hanya kategori Profesional.
Seperti yang dapat di simak di www.anandasukarlancenter.com , ASA adalah untuk semua instrumen serta vokal klasik (tembang puitik). Di setiap kategori akan ditentukan pemenangnya, tapi akan ada pemenang yang berhak mendapatkan beasiswa dari Australia yang usianya memenuhi syarat, yaitu :
1) Beasiswa diberikan dalam mata kuliah dolar Australia (AUD).
2) Berlaku untuk program Sarjana Musik (S1) atau Magister Musik (S2) yang dimulai pada tahun 2025 atau 2026 (penerimaan kualifikasi terakhir September 2026), mencakup Classical Music Performance, Creative Technology, Musical theatre, atau Musikologi.
3) Berlaku untuk studi di Kampus AIM Sydney atau Melbourne.
4) Beasiswa diberikan secara merata selama durasi studi penuh. Penerima penghargaan harus lulus semua unit studi untuk mempertahankan beasiswa dari satu trimester ke trimester berikutnya. Beasiswa akan hangus jika siswa gugur sekali.
5) Beasiswa tidak dapat dipindahtangankan, hanya berlaku untuk penerima penghargaan (pemenang kompetisi). Penghargaan tidak dapat digabungkan dengan beasiswa lainnya.
Ananda sendiri akan mengadakan sejumlah masterclasses dan berkunjung ke berbagai sekolah musik. Yang paling segera adalah hari Minggu, 13 April di studio Piano and Co. di bilangan Kedoya (pimpinan pianis Angelica Liviana). Reservasi terbatas, silakan hubungi WhatsApp 0819 0125 1289 atau Instagram @pianoandco_ .
Repertoire untuk peserta ASA didesain supaya cukup beragam, tapi harus menunjukkan identitas ke-Indonesiaan yang kuat. Peserta bisa menggunakan berbagai nomor Rapsodia Nusantara yang berdasarkan lagu-lagu daerah Indonesia, atau lagu-lagu nasionalis dari Cornel & Alfred Simanjuntak, Ismail Marzuki, atau lagu anak-anak lama karya AT Mahmud atau Ibu Soed, selain karya musik klasik “Barat” seperti Beethoven, Schumann dsb.
“Saya menganjurkan para peserta — terutama yang lolos ke final karena harus tampil di depan publik — untuk melakukan ‘try out performance’ dulu beberapa hari atau minggu sebelum tampil”, kata Ananda Sukarlan. “Ini artinya tampil untuk teman-teman atau keluarga, atau ikut di konser-konser siswa sekolah musiknya. Jadi dia bisa merasakan struktur musiknya dari depan sampai akhir, bagaimana ia menyampaikannya ke publik. Memainkannya sendirian atau di tempat les hanya untuk guru itu rasanya beda sekali dengan main untuk publik, sekecil apapun”.
Australian Institute of Music sendiri telah menghasilkan beberapa musisi Indonesia yang handal di bidangnya. Di antara para alumni adalah Aurell Marcella, pemain biola yang telah lulus menjadi anggota G20 Orchestra saat Indonesia menjadi tuan rumah Konperensi G20 tahun 2022. Selain itu ada pianis Novita Jap yang pernah menjadi finalis Ananda Sukarlan Award. Mereka kini tinggal dan berkarir di Sydney. Di Jakarta juga ada Elizabeth Michelle Heryawan yang juga akan mendampingi Ananda Sukarlan menjadi juri di Kompetisi Piano Nusantara Plus di Lampung. Elizabeth Michelle, bersama Angelica Liviana juga adalah pianis kolaboratif oficial yang direkomendasikan untuk para instrumentalis atau vokalis yang mengikuti ASA 2025 dan membutuhkan pianis. “Pianis pendamping ini penting, mereka tidak boleh ‘asal mengiringi’ saja karena mereka sangat mendukung penampilan peserta, baik dari segi karakter musik maupun kebebasan berekspresi”, kata Ananda yang tahun ini memutuskan untuk menyediakan pianis pendamping yang memang profesional di ASA.
Tanggal akhir untuk pendaftaran dan pengunggahan video di YouTube untuk ASA 2025 pun diundur untuk memberi waktu persiapan lebih untuk para peserta. Tadinya ditutup tanggal 30 April 2025, sekarang diundur ke tanggal 11 Mei 2025. Info lebih lengkapnya silakan klik http://www.anandasukarlancenter.com
