Teman-teman, di tahun 2025 ini tema autisme dan Asperger’s Syndrome jadi ngehitz di dunia musik klasik Indonesia. Pasalnya, dua juara pertama di dua kategori Ananda Sukarlan Award 2025 adalah dari spektrum autis, selain tentu Ananda Sukarlan sendiri yang memang pengidap Asperger’s Syndrome. Michael Anthony Kwok, pemenang kategori Profesional selain mengidap autisme juga tunanetra, sedangkan di kategori Young Artist, Reynard Jeremy Chandra juga adalah dari spektrum autisme (diagnose tepatnya, KITA masih kurang jelas). Selain itu terlihat jelas semakin banyak peserta dan pemenang dari spektrum autisme, kebanyakan dari Sindrom Asperger. Tapi musikalitas mereka, siapa yang bisa meragukan? Cek saja permainan mereka di ASA 2025 :
Michael Anthony Kwok : https://youtu.be/JjCe8lU4cow?si=lfUKn4QYM0dYsvfg
Reynard Jeremy Chandra (diambil dari recording session di Yamaha sebagai hadiah kejuaraan Young Artist) https://youtu.be/ak6xV14zMQ4?si=4cVpp68lHsLf7YOd
Luar biasa bukan? Sudah jelas, siapapun dari spektrum autisme itu memiliki kelebihan yang tidak dimiliki kaum neurotypical (atau bisa disebut “kebanyakan orang” yang bukan dari spektrum autisme). Penasaran dengan soal autisme dan seluruh spektrumnya?
Nah, The Dharmawangsa Hotel Jakarta bersama Bimasena bakal menghadirkan Festival Merah Putih pada 23–24 Agustus 2025 dengan tema “Jejak Merah Putih”. Pada hari pertama bertema “Culture & Celebration Day” akan menghidupkan keceriaan dolanan anakanak, seperti congklak, bekel, lompat karet, hingga egrang. Juga dimeriahkan dengan paduan suara anak, pertunjukan musik muda berbakat, hingga dongeng oleh Paman Gery. Yang berhubungan dengan adalah hari kedua, yaitu Minggu 24 Agustus yang mengusung tema “Wellness & Creativity”. Dibuka dengan sesi olahraga ringan di tepi kolam oleh Active Barn, pukul 9 pagi, dilanjutkan talkshow bersama Yayasan Autisma Indonesia dan Ananda Sukarlan yang mengangkat pentingnya mendukung anak di spektrum autisme. Acara juga dimeriahkan pameran lukisan dari Anfield Wibowo, sang pelukis jenius penyandang Asperger’s Syndrome serta tunarungu, serta beberapa seniman autis lainnya, permainan musik dari para neurodivergent termasuk yang bukan dari bidang musik (nah ini juga akan dijelaskan!), tour kuliner (termasuk diskon besar dari berbagai produk kuliner Dharmawangsa yang high class loh!) serta trunk show tenun eksklusif dari Cita Tenun Indonesia. Itu seharian sampai sore.

Talkshow dengan Ananda Sukarlan dan Yayasan Autisma Indonesia itu akan diadakan hari Minggu, 24 Agustus pukul 10 pagi. Di sini akan ada beberapa narasumber, dari psikolog hingga orang tua. Dan siapa saja boleh tanya apa saja, karena memang di acara ini semua boleh berbagi kisah, pengalaman dan ilmu.
Para narasumber adalah : Ghianina Yasira Armand, MSc., M.Psi., Psikolog – Yayasan Autisma Indonesia, dr. RR. Amanda Soebadi, Sp.A(K), M.Med ClinNeurophysiol- Brawijaya Hospital dan Ms. Ferina Widodo, orangtua dari seorang anak berkebutuhan khusus, serta tentu Ananda Sukarlan sendiri.
Seluruh acara ini bisa dihadiri dengan membayar Rp. 25.000 untuk seharian. Tapi ingat loh, akan banyak discounts terutama dari produk kuliner sehingga akhirnya ini akan lebih daripada “balik modal” deh! Parkir pun gratis, coba kalau seharian parkir di mall, udah lebih dari Rp. 25 ribu kan?
Ananda Sukarlan sekarang duduk sebagai Dewan Pelindung di Yayasan Autisma Indonesia, dan juga dalam jajaran Board of Social di Bimasena beliau sebagai penasihat untuk bidang Budaya dan Inklusivitas.
Untuk info lebih lanjut, cek saja Instagram @anandasukarlan dan bisa langsung hubungi kantornya di @anandasukarlancenter yah ! Yuk ketemuan hari Minggu depan, 24 Agustus, kak Ananda akan sepanjang hari kok “hanging around” di sana jadi malah bisa ngobrol langsung dengan beliau.
Minggu depannya tepatnya 30 dan 31 Agustus, Kompetisi Piano Nusantara Plus sudah dimulai nih, dengan Medan. Di sana pun Ananda akan tampil loh, selain solo membawakan Rapsodia Nusantara yang ada lagu Sumatra Utara-nya (wah, apa ya?) , juga dengan pemain biola Veeshan Nathaniel Tandino, juara KPN+ tahun lalu dan juara ke-2 Ananda Sukarlan Award 2025. Yang di Medan jangan lewatkan ya! See you later, alligator !
