
Yesss! Depok sukses menyelenggarakan kompetisi musik klasiknya yang pertama dalam sejarah. Sejarah itu telah tertorehkan hari Minggu, 6 Oktober 2024 di Auditorium Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, bersama Ananda Sukarlan pendiri Kompetisi Piano Nusantara Plus yang telah sukses diselenggarakan dua bulan terakhir di Medan, Bogor, Bandung dan Bekasi. Bukan hanya asal bikin acara, secara kuantitas Depok tidak kalah dengan kota-kota lain penyelenggara Kompetisi Piano Nusantara Plus ini: ada 65 peserta yang mengikuti KPN+ di Depok! Tapi bagaimana secara kualitas? Ini kata kak Ananda Sukarlan :
“Keren banget! Banyak dari para peserta yang baru pertama kali ikut serta dalam kompetisi piano, tapi sudah menunjukkan kepribadian dan identitas yang kuat. Ini menunjukkan peran guru mereka dalam menyajikan materi secara inovatif, merangsang kreativitas siswa, dan fasilitas lingkungan belajar yang inklusif. Saya juga bangga, sebagai seorang penyandang Sindrom Asperger, dengan keikutsertaan sesama peserta dengan kebutuhan khusus, dengan kekurangan maupun kelebihan mereka. Ini butuh usaha lebih dari para pengajar, dan juga transformasi pengajaran yang bertujuan untuk, membuat proses pendidikan lebih fleksibel, dan berorientasi pada kompetensi siswa. Fleksibilitas dalam mengajar dan materi pengajaran memungkinkan respons yang lebih baik terhadap kebutuhan dan minat individu siswa, dan ini terbukti di kompetisi ini.”
Kak Ananda juga berharap “dalam beberapa tahun ke depan, para musikus dengan disabilitas fisik seperti hanya berfungsi satu tangan atau beberapa jari saja sudah bisa ikut juga, menggunakan metode yang saya buat untuk sebuah yayasan di Spanyol dan kini sudah saya bawa ke Indonesia”.
Dalam dewan juri, Kak Ananda didampingi oleh pianis muda yang sangat berbakat, berprestasi, rendah hati dan ramah, yaitu Gwynn Elizabeth Sutanto. Kebetulan Gwynn juga pernah mengikuti Ananda Sukarlan Award saat usianya masih belasan tahun, sekitar 12 tahun lalu. Kita kenalan lebih jauh yuk!
Jadiii, Gwynn Elizabeth Sutanto lahir di Bandung, 25 September 1997. Ia mulai belajar piano sejak tahun 2003 di bawah bimbingan Stephen Michael Sulungan dan dibantu oleh Yohanes Siem. Gwynn kemudian melanjutkan dengan Dr. Pinkcheer Tamio (yang akan mendampingi Ananda Sukarlan dalam juri Kompetisi Piano Nusantara Plus di Jakarta, 7 Desember nanti) dan Yuty Lauda. Prestasi Gwynn antara lain adalah meraih nilai Distinction pada ujian teori tingkat enam dan praktek Association Board of Royal School of Music (ABRSM) London – bahkan pada ujian tingkat delapan, Gwynn meraih nilai 143, dan sekaligus merupakan nilai tertinggi se-Indonesia untuk ujian tahun 2011-. Beberapa kali mengikuti perlombaan, pada kompetisi terakhir yang diikuti, Gwynn meraih juara 1 untuk kategori C pada Kompetisi Piano Musik Perancis tahun 2013. Untuk mengasah kemampuan bermusiknya, ia juga aktif mengikuti beberapa masterclass piano, antara lain: dari Prof. Tamas Ungar, Toru Oyama, Dr. Catherine Keffersten, Edna Stern, Prof. Peter Amstutz, Dr. Mary Scanlan, Dr. Jill T. Sprenger, dan Prof. Josef Anton Scherrer. Selain bermain piano, Gwynn juga menekuni biola dan aktif bermusik di GKI Kebonjati di Exultate Deo Sinfonietta (EDS) Orchestra dan Paduan Suara Efrata II.

Dalam penyelenggaraan kali ini oleh KITA Anak Negeri, kami juga dibantu oleh para sponsor antara lain piano Yamaha sebagai sponsor pianonya yang keren, dan konsumsi oleh Rawone dan Kopine, dua restoran asli Depok yang enak banget.
Nah, siapa saja pemenang Kompetisi Piano Nusantara Plus 2024 region Depok? Ini nama-namanya, selamat bukan hanya untuk mereka yang berhak mengikuti babak Final di Jakarta 8 Desember nanti, tapi juga untuk seluruh peserta yang telah berani menapak anak tangga baru dalam hidup mereka dalam bermain piano di depan publik yang memenuhi Aula IX FIB UI ini. Depok rocks!
USIA DINI C
- Juara 3 : Love Isabella Kang
PEMULA B
- Juara 2 : Alvaro Hanzo Auf Sinsustra &
Audy Callasia Marchella Michelle
- Juara 3 : Mikhael Alvaro Putro Wijayanto & Clarissa Felicia Odilia Mandy
PEMULA C
- Juara 1 : Ayesha Hanif Izzatunnayla
- Juara 2 : Raja Rura Maximus Silaban
- Juara 3 : George Abhimanyu Aruan & Muhammad Rayhan Gunawan
MENENGAH B
- Juara 1 : Danita Nauli Sammara Siregar
MENENGAH C
- Juara 2 : Bayu Baskoro Satya Sebastian & Kiera Kirani Ayu Pramasty
- Juara 3 : Zefanya Reyna Utomo
NON PROFESIONAL
- Juara 2 : Steven Audric Gui
PIANO 4 TANGAN :
- Juara 3 : Pasangan Haafizah Fanny Zahrah Pane & Muhammad Dzulfiqar Rissalam Ashra
