Bagaimana ceritanya, kita kutip status Facebooknya saja deh ya? Yuk kita simak, semoga menjadi motivasi untuk para pianis muda lainnya :
MENYALA DI TAIWAN…..AKHIRNYA JUARA 1
(status Facebook Yonggi tanggal 18 Agustus 2024)
Puji Tuhan, akhirnya saya mendapatkan hasil yang terbaik sebagai Juara 1 dalam Asia Aegean International Music Competition 2024 hari ini di Taipei – Taiwan, setelah sebelumnya sebagai Juara 3 di Hongkong dan Juara 2 di Amerika.
Penampilan saya![]()
Senang sekali rasanya, terlebih saya memberanikan diri berkompetisi di Kategori Profesional. Sebelum sebelumnya saya berkompetisi di Kategori Young Artist.
Dalam kompetisi ini saya membawakan Karya Ananda Sukarlan yakni Rapsodia Nusantara No. 31 yang diadaptasi dari lagu daerah Sumatera Utara “Sigulempong”. Dalam beberapa minggu terakhir saya menyempurnakan permainan piano saya atas arahan Guru saya Ms. Devina Novia Ferty dari Kita Anak Negeri yang secara khusus ikut mendampingi saya ke Taiwan ini. Masukan dan saran untuk menyempurnakan permainan saya dari Om Ananda Sukarlan sendiri untuk memperbaiki dan mempercepat permainan saya di part part tertentu. Akhirnya Juara 1 deh.

Terima kasih saya kepada Papa Mama yang dengan setia mendukung saya dengan ketebatasan yang ada. Kepada semua family dan teman teman yang selalu mendukung dan mendoakan saya. Sekali lagli lagi terima kasih banyak.
Saya Yonggi Fayden Cordias Purba
Anak Simalungun
Anak Indonesia
Horas…Horas…Horas….
The post Selamat Lagi, Lagi-lagi Selamat, Yonggi Fayden Cordias Purba, kali ini di Taiwan! first appeared on Kita Anak Negeri.]]>Btw teman-teman jangan lupa loh, deadline untuk Kompetisi Piano Nusantara Plus semakin dekat! Sudah siap kah? Ayukkkkk cek Instagram @pianonusantaraplus !
Kembali ke kemenangan Yonggi, untuk info detailnya, ini copy – paste dari status Yonggi di akun Facebooknya. Selamat sekali lagi, Indonesia bangga padamu, Yonggi!
PUJI TUHAN….2ND PLACE WINNER (status Yonggi Fayden Cordias Purba di facebook-nya)
Puji Tuhan, dalam penantian pengumuman yang sangat menegangkan, saya dinyatakan meraih Juara Ke-2 pada lomba kompetisi piano internasional di Kansas City, USA. Sejak dari awal registrasi ulang dan pengundian nomor urut penampil, dan bertemu langsung para peserta yang lain, saya tidak berharap apa-apa, tidak berani. Saya tahu pasti, dalam final ini, saingannya sangat berat karena merupakan hasil seleksi dari negara (region) masing-masing. Para peserta lomba dari berbagai negara seperti China, USA, Canada, Paraguay, Chile, Korea, UK, dan Indonesia. Saya sendiri perwakilan dari region Asia Tenggara dan berlomba pada Kategori Young Artist Umur 14-15 Tahun.

Kalau pada Babak Preliminari dan Semifinal di Indonesia saya membawakan karya Ananda Sukarlan yakni Rapsodia Nusantara No.6 maka pada Babak Final ini saya juga membawakan karya beliau yakni Rapsodia Nusantara Ke-31 (yang diambil dari lagu Sigulempong, Lagu Daerah Sumatera Utara) dengan durasi 6 menit. Karena dalam final ini harus membawakan minimal dua lagu dengan durasi 12 menit, maka saya memilih satu karya lagi yakni karya Isaac Albeniz yaitu El Puerto. Kedua lagu ini memiliki tingkat kesulitan yang amat tinggi karena bukan saja harus dimainkan dengan cepat, tapi juga variasi tempo dan range nada nya sangat luas dan rumit.

Pada saat tampil, saya hanya berusaha bermain rileks dan memainkan sesuai dengan yang saya latih bersama guru piano saya. Tidak dapat dipungkiri, rasa grogi dan tampil di ruang pertunjukan piano dengan sorotan lampu, membuat jantung lebih cepat berdetak. Untungnya Panitia menyediakan waktu untuk Latihan pribadi-pribadi sebanyak yang kita mau dengan puluhan ruangan yang berisi piano, jadi persiapan masing-masing peserta dapat maksimal sebelum berlomba. Akhirnya kedua karya tersebut saya mainkan dengan baik sesuai yang dilatih selama ini. Banyak yang memuji penampilan saya dengan tulus, mereka menyalami saya, termasuk orang tua peserta yang lain, bahkan para panitia yang semuanya dosen music piano, mengatakan permainan saya sangat bagus. Meskipun demikian, saya masih belum berani berharap banyak, mengingat yang lain juga mainnya bagus semuanya, sampai saya dinyatakan juara 2 pada pengumuman pemenang, 9 jam setelah penampilan saya. Kebayangkan stresnya. Syukurlah, berakhir dengan sukacita.
Tambahan sukacita, ketika pengumuman seluruh dibacakan, secara khusus panitia meminta saya untuk tampil sebagai penutup acara. Senangnya luar biasa. Saya pun memainkan piano tanpa beban dan setelahnya juri juri dan para hadirin yang lain menyelamati saya.

Akhirnya, saya menyampaikan terima kasih sebesar besarnya kepada semua yang sudah mendukung saya, yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu, untuk semua dukungan moril, materi, dan doa-doanya kepada saya. Semoga pencapaian ini membuka pintu-pintu lain untuk masa yang akan datang dan dapat memberikan inspirasi kepada teman-teman atau adik-adik saya yang sedang berlatih dan memulai piano. Ayo, kita juga bisa!
The post Selamat, Yonggi berjaya di Amerika Serikat! first appeared on Kita Anak Negeri.]]>Ia lolos dengan “lagu andalan”nya yang juga membawanya meraih juara ke-3 di Hongkong waktu itu: Rapsodia Nusantara no. 6 karya kak Ananda Sukarlan. Selain itu ia juga membawakan karya “April Shower” dari komponis dan pemain flute Inggris William Alwyn (1905-1985). Kak Ananda tentu menonton secara online dong permainan Yonggi. Apa komentarnya? “Kalau kita lihat di video permainannya kemarin ini, bisa dilihat bahwa memang Yonggi memainkan Rapsodia Nusantara no. 6 ini lebih baik daripada waktu di Hongkong. Ia lebih menguasai musikalitasnya, ekspresinya lebih bebas dan tidak terlalu terkekang masalah-masalah teknis yang memang sangat sulit di karya ini”, kata kak Ananda yang baru saja menyelesaikan karya barunya untuk biola dan piano, “Findolandesia” untuk merayakan 70 tahun hubungan diplomatik Finlandia dan Indonesia tahun ini dan akan ia mainkan di Jakarta (bersama pemain biola Aurell Marcella) dan di Helsinki beberapa bulan lagi.
Nah, kalian setuju dengan pernyataan kak Ananda Sukarlan? Coba deh dengarkan permainan Yonggi di babak semi final IPPA Conero :
Meskipun demikian, kak Ananda ada nasehat untuk Yonggi. “Jangan terjebak dengan karya yang sama terus menerus. Rapsodia Nusantara no. 6 memang telah kamu kuasai, tapi akan sangat sulit untuk berkembang dengan karya ini lagi. Coba tinggalkan dulu, boleh balik ke karya ini setelah kamu telah menjadi musikus yang lebih matang, sekitar 2-3 tahun lagi. Kalau mau kompetisi lagi, cobalah Rapsodia yang lain. Ini untuk memperluas wawasan, repertoire, warna dan tekstur pianistik serta mempelajari teknik lain yang lebih bervariasi. Rapsodia Nusantara yang lain juga bisa mempesona para juri dan penonton internasional kok”. Nah, coba pikirkan nasehat ini deh, Yonggi, dan juga para pianis lain.
Juri di IPPA Conero divisi Indonesia adalah Dr. Irene Margarete Setiawan, Iswargia Renardi Sudarno dan Fennia Trilestari yang semua memuji permainan Yonggi. Untuk bisa lolos ke babak final dibutuhkan nilai minimal 92, dan Yonggi meraih nilai 94! Juri di Amerika Serikat yang mendengarnya secara online, pianis dan pedagog Kathy Dornian sangat memuji Yonggi dalam “exploring such interesting and lesser-known repertoire” (eksplorasi dan pemilihan repertoire yang begitu menarik dan masih belum terlalu dikenal), selain memuji bakat dan karakteristiknya (“a talented young interpreter who performs with engagement and has something to say“).
Rapsodia Nusantara memang banyak menjadi “kendaraan” banyak pianis Indonesia di berbagai kompetisi piano internasional, bukan hanya karena keunikannya tapi juga tingkat virtuositasnya yang tinggi dan tidak kalah dengan karya-karya klasik yang kadang telah terlalu sering dimainkan dan membuat jenuh para juri dan penonton.
KITA Anak Negeri tentu saja ikut bangga dan bahagia dengan prestasi Yonggi ini. Tahun ini KITA Anak Negeri juga menjadi salah satu tuan rumah Kompetisi Piano Nusantara Plus yang diadakan di beberapa kota di Indonesia, jadi tentu kita juga mengharapkan banyak Yonggi-Yonggi lain di kompetisi ini, dan bukan hanya di piano, tapi di instrumen lain dan juga vokal. Dunia musik klasik Indonesia sedang menggeliat, dan kita semua menjadi bagian dari sejarah yang sangat exciting ini! Selamat, Yonggi Fayden Cordias Purba, selamat juga untuk gurunya kak Devina Novia Ferty dan tentu keluarganya yang sangat mendukungnya. Terus membuat Indonesia bangga di mata dunia!
The post Yonggi Bersinar Lagi first appeared on Kita Anak Negeri.]]>Yonggi adalah siswa Grade 6 (grade tertinggi di Divisi Piano Klasik KITA Anak Negeri) di bawah asuhan Kak Devina Novia Ferty. Di Hong Kong, Yonggi menampilkan Rapsodia Nusantara No. 6 karya Kepala Divisi Piano Klasik KITA Anak Negeri, Kak Ananda Sukarlan. Yonggi juga menceritakan sekilas pengalaman unik yang ia alami saat namanya dipanggil untuk menerima trofi, Sobat KlasiKITA bisa menyaksikannya di sini https://www.facebook.com/watch/?v=1621469868685005
Nah, soal Rapsodia Nusantara No. 6, Sobat KlasiKITA harus tahu bahwa karya ini sama sekali tidak mudah. Kak Ananda menulisnya berdasarkan lagu Bungong Jeumpa dari Aceh dan didedikasikan untuk para korban tsunami Aceh 2006. “Pianis harus dapat menggunakan suara piano untuk menggambarkan suasana laut, dari yang tenang sampai mengamuk dan memporak-porandakan semua,” cerita Kak Ananda yang turut bangga atas pencapaian Yonggi.
Oh ya, Kak Ananda juga mengajak semua Sobat KlasiKITA untuk menyaksikan langsung Yonggi kembali menampilkan Rapsodia Nusantara No. 6 dalam peluncuran Kompetisi Piano Nasional+ di Gedung Yamaha Musik Indonesia, Jl. Gatot Subroto, Minggu 3 Maret 2024 pukul 15.00.
Kompetisi Piano Nusantara+ adalah kompetisi yang selain bertujuan untuk menguji teknik dan artistik para pemusik, utamanya juga untuk menumbuhkan apresiasi terhadap musik karya komposer Indonesia. Kata atau tanda “Plus” (+) menandakan bahwa kompetisi ini terbuka untuk semua instrumen dan juga vokal klasik (tembang puitik) yang bergabung dengan pianis, dan musik kamar dengan piano (termasuk piano duet). Maksimum jumlah pemain dalam grup adalah lima orang.
Kompetisi ini diadakan di beberapa kota di Indonesia, tentu saja termasuk Depok lho! Kapan dan di mana? Minggu, 6 Oktober 2024 di Auditorium Gedung IX Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia. Tunggu update dari KITA Anak Negeri ya!
Sobat KlasiKITA, dalam acara peluncuran itu, Yonggi akan tampil bersama beberapa pianis lain, dan tiga di antaranya adalah pianis muda terbaik Indonesia usia remaja, yaitu Osten Cristo Harianto (14 tahun), Victor Clementius Ditra (15 tahun), dan Callista Kertalesmana (12 tahun). Baik Osten, Victor, maupun Callista merupakan pemenang kompetisi piano paling bergengsi di Indonesia, Ananda Sukarlan Award 2023.
Keren kan? Jangan lewatkan kesempatan ini. Sekarang juga hubungi Chendra 0818 891 039 untuk reservasi!
Kita berjumpa di sana ya!
The post Prestasi Membanggakan Yonggi di Hong Kong first appeared on Kita Anak Negeri.]]>