
Layung Temaram adalah kesatuan musik dari empat orang arek Suroboyo. Beranggotakan Ega pada vokal dan gitar, Galang pada vokal dan synth, Danu pada backing vokal dan gitar, serta Fazar pada drum/cajon.
Memiliki karakter musik pop-folk, band ini mengaku tidak membatasi kepada satu genre musik. Mereka mendefinisikan musik mereka cukup sebagai musik yang suka mereka mainkan.
Lagu-lagu Layung Temaram menggunakan dua bahasa, Inggris dan Indonesia. Lirik yang kuat dan puitis tak berlebihan jadi karakter Layung Temaram yang khas. Cara mereka berbicara mengenai berbagai hal dibungkus dengan diksi yang mengena dan pas, tidak banyak bermetafora, sehingga pesan dari lagu bisa langsung dipahami.

Dari segi musik, kombinasi permainan gitar dari dua gitaris mereka, Ega dan Diptya, saling melengkapi sesuai kebutuhan lagu. Permainan drum yang minimalis dari Fazar juga memberikan alur yang enak di lagu-lagu mereka. Yang unik adalah peran Galang di band ini. Selain bernyanyi, Galang memainkan synth dan xylophone. Dengan synth-nya, Galang menciptakan atmosfer yang menguatkan karakter lagu. Bunyian xylophone yang menonjol juga berhasil ia sisipkan ke lagu dengan baik. Tidak terkesan berlebihan dan tumpang tindih.
Album debut mereka tinggal menunggu waktu buat rilis, rencananya tahun ini. Tujuh nomor sudah mereka rampungkan, siap buat menjajal pasar. Salah satu track andalan albumnya, Pulang Rumah juga dibawakan pada sesi Ruang Singgah ini. Mari menonton!
Baca Juga
“Tulisan Ananda Sukarlan, menjelang Kompetisi Piano Nusantara Plus 2026” Kompetisi Piano Nusantara Plus (KPN+) telah mengangkat banyak “trend” yang, walaupun sudah eksis berabad-abad di Eropa, tapi masih cukup baru di
Dear para kolega pecinta musik Nusantara, Kompetisi Piano Nusantara Plus 2026 sudah diluncurkan, pasti para guru musik dan calon peserta, baik pemain instrumen apa saja maupun vokalis sudah mulai
Tidak terasa, Kompetisi Piano Nusantara Plus 2026 sudah diluncurkan! Seperti yang bisa dilihat di Instagram @pianonusantaraplus , KPN+ 2026 akan dimulai di Medan akhir Agustus, dan tahun ini tetap terselenggara
Tulisan Ananda Sukarlan Hari Minggu 5 April nanti saya akan memperdanakan dua karya baru untuk piano dengan karakter sangat berbeda. Konser itu adalah “Melodies without Borders”, dimana saya akan tampil
Oleh Ananda Sukarlan Esai pendek ini ditulis oleh penyair Ikhsan Risfandi “Irzi” sebagai status Facebook-nya setelah saya kirimi partitur saya. Saya juga sematkan komentar penyair Tan Lioe Ie di bawahnya.
