Musik Teras Atas #2 telah digelar pada 30 November 2016 dengan tema berbeda yakni Folk Night. Selaras dengan temanya yang identik dengan gitar akustik. Di acara Musik Teras Atas kala itu memang tak ada distorsi, namun acara tersebut tetap bisa dinikmati sambil menyeruput secangkir kopi. Dikarenakan cuaca yang kurang mendukung, Musik Teras Atas tidak digelar di teras atas. Namun acara ini tetap terlaksana di ruang lantai 3 gedung KITA Anak Negeri.



Menyajikan tema yang santai dan syahdu, tentu ada nuansa baru yang dihadirkan Musik Teras Atas malam itu. Banyaknya lampu-lampu yang menghiasi panggung, bangku penonton yang dekat dengan penampil dan dihadirkan juga pembawa acara yang lucu dan mampu menghangatkan suasana.
Musik Teras Atas malam itu menampilkan Savasvara, Himalaya, Jason Ranti, dan Rull Darwis. Setiap penampil datang dengan ciri khasnya masing-masing yang membuat malam itu semakin berwarna. Dan sebelum acara berakhir, ada pula kolaborasi dari Rull Darwis dan Jason Ranti yang menutup acara dengan seru.
Nah, sebentar lagi Musik Teras Atas ke-3 akan kembali hadir. Jadi, sampai jumpa di Musik Teras Atas #3 dengan tema yang berbeda!



Baca Juga
“Tulisan Ananda Sukarlan, menjelang Kompetisi Piano Nusantara Plus 2026” Kompetisi Piano Nusantara Plus (KPN+) telah mengangkat banyak “trend” yang, walaupun sudah eksis berabad-abad di Eropa, tapi masih cukup baru di
Dear para kolega pecinta musik Nusantara, Kompetisi Piano Nusantara Plus 2026 sudah diluncurkan, pasti para guru musik dan calon peserta, baik pemain instrumen apa saja maupun vokalis sudah mulai
Tidak terasa, Kompetisi Piano Nusantara Plus 2026 sudah diluncurkan! Seperti yang bisa dilihat di Instagram @pianonusantaraplus , KPN+ 2026 akan dimulai di Medan akhir Agustus, dan tahun ini tetap terselenggara
Tulisan Ananda Sukarlan Hari Minggu 5 April nanti saya akan memperdanakan dua karya baru untuk piano dengan karakter sangat berbeda. Konser itu adalah “Melodies without Borders”, dimana saya akan tampil
Oleh Ananda Sukarlan Esai pendek ini ditulis oleh penyair Ikhsan Risfandi “Irzi” sebagai status Facebook-nya setelah saya kirimi partitur saya. Saya juga sematkan komentar penyair Tan Lioe Ie di bawahnya.
