Mempelajari sesuatu memang paling cocok kalau dengan ahlinya; belajar IT dengan Bill Gates, belajar main bola dengan Lionel Messi, ataupun belajar mencinta dari seorang pujangga. Musik pun demikian, pembelajaran dari sang ahli selalu diidam-idamkan. Makanya, ketika KITA Anak Negeri mengadakan coaching clinic di pagelaran K.U.E (Kreatif. Unik. Kreatif) yang diadakan Lembaga Musik Pervagatus FISIP Univeritas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) di kampus mereka pada Jum’at (19/5) lalu, antusiasme mahasiswa sangat tinggi.
Ahli dari KITA Anak Negeri yang dimaksud adalah Indra Prasetyo, head division Kelas Gitar Elektrik sekaligus gitaris Abdul & The Coffe Theory, dan Franky Sadikin, head division Kelas Bass sekaligus bassis Heaven On Earth dan Jazz Standart Project. Keduanya memberikan kuliah, demonstrasi, dan konsultasi gratis seputar segala sesuatu mengenai dua alat musik yang masing-masing mereka kuasai, gitar dan bass.
Rugi sih kalau kamu tidak sempat datang di acara ini. Buat menghibur diri, mending liat video teasernya aja yuk, nih!
Baca Juga
Tidak terasa, Kompetisi Piano Nusantara Plus 2026 sudah diluncurkan! Seperti yang bisa dilihat di Instagram @pianonusantaraplus , KPN+ 2026 akan dimulai di Medan akhir Agustus, dan tahun ini tetap terselenggara
Oleh Ananda Sukarlan Esai pendek ini ditulis oleh penyair Ikhsan Risfandi “Irzi” sebagai status Facebook-nya setelah saya kirimi partitur saya. Saya juga sematkan komentar penyair Tan Lioe Ie di bawahnya.
sebuah tulisan Ananda Sukarlan Selasa 27 Januari lalu saya konser sekaligus mengumumkan tentang Kompetisi Piano Nusantara Plus (KPN+ ) 2026, di Four Seasons Jakarta. Acara itu hanya terbuka untuk para
tulisan Ananda Sukarlan Jitu sekali paparan penyair Riri Satria di wawancaranya dengan Ikhsan Risfandi tentang alihwahana puisi ke musik khususnya apa yang telah saya lakukan. (baca : https://harianterbit.news/riri-satria-ketua-jsm-sepanjang-2025-denyut-literasi-sastra-di-indonesia-tetap-hidup-beberapa-aspek-justru-menunjukkan-kesegaran-baru/2/) Saya ingin
oleh Ananda Sukarlan Wah, nggak nyangka sih penyair kondang Madiun, Fileski Walidha Tanjung langsung menulis esai gara-gara saya WhatsApp tentang niat (yang sebetulnya sudah separo tertulis) membuat tembang puitik dari
